FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Dosen PPG Diharapkan Jadi Model Bagi Calon Guru

Dosen PPG Diharapkan Jadi Model Bagi Calon Guru
Salah satu kelompok dosen menyusun rencana tindak lanjut setelah pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan ini, para dosen instruktur diharapkan memberikan pembelajaran aktif sehingga bisa ditiru para calon guru.

SURABAYA, JAWA TIMUR – USAID PRIORITAS menyelenggarakan Lokakarya Instruktur pendidikan profesi guru (PPG) Tingkat SD/MI dan SMP/MTs untuk LPTK mitra USAID PRIORITAS yakni Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan ini diikuti oleh 62 dosen dari UNESA, UINSA, dan UM.

PPG merupakan program pendidikan lanjutan selama satu tahun yang ditempuh oleh mahasiswa calon guru sebelum mengajar. 

Mahasiswa yang menjalani PPG, selama 6 bulan akan mengikuti kegiatan lokakarya, dan 6 bulan praktik mengajar.

“Lokakarya ini memberikan pengalaman praktis bagi dosen instruktur PPG dalam mengelola perkuliahan PPG yang aktif dan efektif. Seperti mengelola perkuliahan, membuat pertanyaan tingkat tinggi dan lembar kerja, serta membuat portofolio. Semua itu dipraktikkan langsung oleh dosen dalam pelatihan sehingga nantinya dosen tersebut dapat menjadi model bagi mahasiswanya," kata Nur Kholis, Spesialis Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS Jatim.

Modul pelatihan untuk lokakarya pendidikan profesi guru (PPG) yang dikembangkan USAID PRIORITAS, mulai  diterapkan dalam lokakarya bagi dosen instruktur PPG LPTK. PPG ditempuh setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun nonsarjana kependidikan. PPG berlaku bagi yang ingin menjadi guru baik sarjana dari fakultas pendidikan, maupun non pendidikan.  Dengan PPG diharapkan kompetensi dan profesionalisme guru benar-benar lebih terjamin.

UNESA dan UM merupakan lembaga yang ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk menyelenggarakan PPG sejak 2012. Sementara UINSA masih belum melakukan. Untuk itu Nur Kholis mengharapkan, dengan adanya pelatihan ini dapat mendorong LPTK mitra lain untuk segera menyelenggarakan PPG bagi lulusannya. Sehingga bagi lulusan UINSA yang akan melanjutkan profesi sebagai guru MI atau MTs, kualitasnya diakui dan bersertifikat PPG. (


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.