FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Usul KUA Dikembangkan Jadi Kantor UPTD Kemenag

Usul KUA Dikembangkan Jadi Kantor UPTD Kemenag
Prof Dr Mochammad Isom, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, dalam acara lokakarya tata kelola guru madrasah.

JAKARTA – Menindaklanjuti hasil lokakarya Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) dan Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk guru madrasah, USAID PRIORITAS dan Kemenag Provinsi Jawa Timur menggelar Konsultasi Publik Tata Kelola Guru Madrasah di Surabaya (17/5). Kepala Kanwil Kemenag Jatim Mahfud Shodar MAg mengungkapkan, kegiatan ini diperlukan untuk memetakan kondisi guru madrasah di Jawa Timur, apa saja yang harus diperbaiki, berapa guru yang belum sarjana, dan sebagainya.

“Harapannya dengan kegiatan ini kami bisa memetakan permasalahan-permasalahan guru di lapangan sehingga kami bisa memutuskan tindak lanjut apa yang harus dilakukan,” terang Mahfud.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa perwakilan lembaga seperti pengurus wilayah Muhammadiyah, persatuan guru madrasah Indonesia (PGMI) Jawa Timur, dan perwakilan Kemenag tingkat kabupaten, yaitu Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Pamekasan, dan Jombang.

Perwakilan dari Kabupaten Blitar mengusulkan optimalisasi Pengawas Madrasah di tingkat kecamatan dengan memanfaatkan Kantor Urusan Agama (KUA) juga dijadikan sebagai kantor UPTD (unit pelaksana teknis daerah) sehingga pengawas tidak terpusat di kabupaten dan perkembangan madrasah di tingkat kecamatan lebih mudah dipantau.

Selanjutnya, hasil kegiatan tersebut ditindaklanjuti pada lokakarya tata kelola guru madrasah yang bekerja sama dengan Kemenag Pusat di Jakarta (3/6). Prof Dr Mochammad Isom, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kemenag, menyebut kerja sama Kemenag dan USAID PRIORITAS ini membantu pihaknya untuk memetakan penataan dan pemerataan distribusi guru dan meningkatkan kompetensi guru madrasah.

“Kita akan mengawali penerapan tata kelola guru madrasah ini di Jawa Timur. Kita akan kloning ke provinsi lainnya,” tukas Prof Isom. Dia juga menyetujui rencana memanfaatkan KUA di tingkat kecamatan untuk penguatan layanan pendidikan madrasah dan akan dikoordinasikan dengan direktorat terkait di Kemenag.

USAID PRIORITAS membantu Kemenag memetakan kebutuhan guru di madrasah yang sesuai dengan kualifikasi akademik, sertifikasi profesional guru, rasio jumlah guru dan siswa, dan kebutuhan guru di madrasah, serta meningkatkan layanan madrasah berbasis kecamatan. Khususnya bagi kecamatan yang jumlah madrasahnya besar, yaitu di atas 70 madrasah.

”Hal itu untuk memastikan adanya efisiensi dan efektivitas kecukupan guru di madrasah. Termasuk, membantu merumuskan peta kebutuhan program pelatihan guru madrasah yang relevan dari sisi jenis, materi, dan biaya pelatihan yang diperlukan berdasar data kebutuhan pelati-han individu guru,” kata Mark Heyward, Penasehat Tata Kelola dan Manajemen Pendidikan USAID PRIORITAS. (Adr/Lut/Anw)

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.