Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

VIDEO PRAKTIK YANG BAIK
GALERI FOTO

Jamin Keprofesian Semua Guru, Tasik Siapkan Ratusan Fasilitator Baru

Jamin Keprofesian Semua Guru, Tasik Siapkan Ratusan Fasilitator Baru
Pelatihan untuk fasilitator tambahan di Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, JAWA BARAT – Setelah melihat peningkatan kualitas perkembangan di sekolah mitra USAID PRIORITAS, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru-guru nonmitra USAID PRIORITAS dengan memanfaatkan program Pengembangan Keprofesian Bekelanjutan (PKB).

Diskusi intensif melibatkan pemerintah, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru mengerucut pada kesepahaman bentuk PKB guna menjamin keprofesian ribuan guru non mitra USAID PRIORITAS, yakni kloning fasilitator daerah (fasda).

Tasik membutuhkan lebih banyak tambahan fasda, di luar 30 orang fasda binaan USAID PRIORITAS, untuk melatih guru-guru secara berbasis kecamatan/ gugus. Disusunlah waktu itu rencana serangkaian training of trainers (TOT), difasilitasi oleh 30 orang fasda itu, untuk melatih fasda baru bagi 39 kecamatan, serangkaian pelatihan guru tingkat sekolah dalam rangka mendiseminasikan program USAID PRIORITAS, dan pendampingan sebagai tindaklanjut pelatihan.

Tentukan Arah dan Modelkan Wajah

Agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, disusunlah panduan kegiatan untuk memberikan gambaran kepada guru-guru dan semua pihak terkait tentang pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Bekelanjutan Guru Tahun 2016. Panduan ini menjadi acuan bagi para pemerintah, pelaksana kegiatan, dan peserta dalam pelaksanaan kegiatan. Panduan memuat hakikat PKB, tujuan, sasaran, manfaat, bentuk kegiatan, metode dan strategi, alur kegiatan, kepanitiaan, kepesertaan, fasilitator, materi, dan jadwal pelaksanaan.

“PKB adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya EZ. Al?an. Menurutnya, standar kompetensi profesinal guru berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru dan untuk pengembangan karir guru.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Kartiwa menjelaskan, program PKB Tasikmalaya Tahun 2016 mengambil tiga bentuk kegiatan. Pertama, pelatihan untuk para pelatih (Training of Trainers) bagi calon fasda tambahan untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Proses seleksi calon fasda tambahan menjadi sangat penting karena mereka adalah motor utama dalam melakukan pelatihan penguatan di tingkat sekolah. Sehingga, ditentukanlah kriteria berikut:

  1. Khusus untuk fasda pembelajaran diutamakan berasal dari unsur guru dan/atau kepala sekolah/pengawas sekolah yang berpengalaman sebagai guru;
  2. Khusus untuk fasda MBS diutamakan berasal dari unsur kepala sekolah dan pengawas sekolah;
  3. Calon fasda lebih diutamakan berasal dari gugus terpilih (sasaran PKB);
  4. Memiliki sisa masa kerja minimal 10 tahun;
  5. Mendapat izin dari institusi/sekolah asal untuk menjadi fasda;
  6. Memiliki kemampuan komunikasi lisan dan komunikasi massa yang baik;
  7. Mampu mengoperasikan komputer dan media yang relevan;
  8. Mempunyai integritas dan komitmen tinggi pada program yang akan dilaksanakan.

Mekanisme nominasi calon bermula dari gugus/KKG/MGMP yang terpilih dan dilanjutkan dengan seleksi oleh tim kecil lewat wawancara langsung/tertulis dengan instrumen yang telah disiapkan.

Kedua, pelatihan tingkat sekolah dalam rangka mendiseminasikan program USAID PRIORITAS. Di dataran ini, fasda tambahan hasil TOT melatih guru/kepala sekolah/komite sekolah di kecamatan/ gugus masing-masing. Pelatihan tingkat sekolah dibagi menjadi tiga tahap, meliputi disiminasi pembelajaran untuk jenjang SD/MI, disiminasi pembelajaran untuk jenjang SMP/MTs, dan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) untuk Kepala Sekolah dan Komite Sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Khusus untuk pembelajaran (PAKEM dan CTL), baik TOT maupunpelatihan tingkat sekolah, peserta melakukan praktik mengajar pada hari terakhir pelatihan yang kemudian diikuti dengan re?eksi.

Ketiga, sebagai tindak-lanjut pelatihan, dilakukan pendampingan guru. Para fasda, usai melatih guru dalam diseminasi pembelajaran, memikul kewajiban untuk melakukan pendampingan guru di tingkat MGMP/KKG/Kelas. Pendampingan guru menjamin hasil pelatihan terimplementasi dan berdampak efektif dan menjamin proses peningkatan keprofesian guru berjalan secara berkesinambungan.

Wawan Herawan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, menyebut kegiatan PKB menyasar semua guru pada satuan pendidikan SD dan SMP yang berada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Untuk itu, Wawan menyebut pihaknya telah dan sedang melatih 400 orang fasilitator daerah (fasda) sebagai tambahan atas 30 orang fasda yang selama ini sudah ada. Mereka diproyeksikan untuk melatih semua guru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten pada paruh kedua tahun 2016 dan paruhpertama tahun 2017.

PKB juga dijalankan secara berbasis gugus dan komunitas profesi, yakni dalam bentuk perintisan 39 gugus rujukan dan 12 MGMP rujukan. “Untuk mendukung program PKB tersebut, pemerintah Kabupaten telah menyiapkan dana sebesar 900 juta rupiah,” ujar Wawan.***

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.