Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Mengadopsi Keterampilan Informasi di perkuliahan LPTK PGSD

Mengadopsi Keterampilan Informasi di perkuliahan LPTK PGSD
Bersama para mahasiswanya, Ibu Widya Karmila memperlihatkan hasil karya pembelajaran.

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Modul III USAID PRIORITAS banyak membahas tentang ketrampilan informasi. Pengenalan ketrampilan informasi ini dianggap perlu untuk siswa sekolah dasar agar mereka sanggup mengolah informasi dengan benar sebagai basis untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari dan pengambilan keputusan.

Widya Karmila, salah seorang Dosen Prodi PGSD mencoba menerapkan ketrampilan informasi model modul III USAID PRIORITAS dalam perkuliahan semeseter empat dengan mengambil topik  bencana alam banjir. Tujuan dilaksanakan pembelajaran ketrampilan informasi ini agar mahasiswa calon guru ini menguasai dasar-dasar ketrampilan informasi dan mampu  mengajarkannya dengan baik pada  saat mereka benar-benar menjadi guru di sekolah.

Untuk melaksanakan hal tersebut, bu Widya di awal perkuliahan mengajak mahasiswa berdiskusi sejenak mengenai ketrampilan informasi, menggali sejauh mana pengetahuan mereka tentang topik tersebut.

Setelah selesai, Ibu Widya mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok terdiri 6 orang. Tiap kelompok diberikan tiga pertanyaan besar: mengapa terjadi banjir, apa akibat banjir dan bagaimana mengatasi banjir. Kelompok membagi anggotanya untuk mencari jawabannya lewat internet dan buku di perpustakaan. Mereka juga mewancarai  mahasiswa  yang pernah mengalami bencana banjir.

Setelah terkumpul semua informasi, masing-masing kelompok membuat mind mapping bencana banjir tersebut. mind mapping adalah diagram yang digunakan untuk mengorganisasi informasi agar kelihatan lebih visual. Mind mapping ini sifatnya hirarkis dan menunjukkan hubungan bagian-bagian dengan keseluruhannya. Konsepnya biasa tunggal dan ditulis di tengah kertas, dan ide-ide lainnya dihubungkan dengannya baik dalam bentuk gamba maupun kata-kata. Oleh karena itu, di bagian tengah mind mapping  berisi kata banjir, kemudian tertulis di bagian-bagian yang terhubung dengannya seperti  daftar  penyebab banjir, akibat-akibat banjir dan bagaimana mengatasi banjir. Mind mapping tersebut dibuat di atas kertas karton dan kelompok bebas membuat  modelnya. Seakan-akan mereka siswa sekolah menengah, mind mapping dibuat sebagus mungkin. Sebagian bertugas untuk menggambar, sebagian menulis. Salah satu kelompok menulis kata penyebab banjir, akibat-akibat, dan cara mengatasi banjir ditulis besar dalam lingkaran, sedangkan daftar item turunannya ditulis kecil-kecil.  Bu Widya membebaskan mereka untuk berkreasi.

Setelah selesai  mengerjakan mind mapping secara berkelompok, mereka diminta bu Widya membuat laporan individu berbentuk esay. Esay ini merupakan opini  bagaimana cara mengatasi banjir yang paling efektif berdasarkan mind mapping yang telah kelompok buat. Setelah selesai, mind mapping dan esay yang dianggap terbaik di kelompok  dipresentasikan di hadapan semua mahasiswa. Selama presentasi, mahasiswa memperhatikan dan menanggapi.  

Setelah kegiatan mereka melakukan refleksi secera bersama-sama. Dosen Widya menanyakan pada semua peserta mahasiswa, apa kira-kira tantangan yang dialami saat menerapkan kegiatan tersebut kalau nanti diterapkan pada siswa-siswa SMP? Para mahasiswa kebanyakan menjawab bahwa secara riil, satu kali pertemuan tidak akan cukup  untuk pelaksanaan pembelajaran semacam  itu atau dibutuhkan dua kali pertemuan untuk menyelesaikan semua tugas. Namun kuliah ini sendiri bisa dilangsungkan selama 150 menit, atau 3 SKS. Waktu terbanyak tersita untuk membuat mind mapping dan mempresentasikannya.  

Pembelajaran ketrampilan informasi yang baru dilaksanakan, menurut Wira, salah satu mahasiswa sangat penting. Selain membuat dia jadi mengetahui bagaimana mengolah data, dia  juga menjadi lebih baik dalam menulis esai berdasarkan kekuatan data, yang menghasilkan usulan solusi yang juga lebih rasional. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.