Daerah Mitra
Lowongan Pekerjaan
  • - kosong -
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

VIDEO PRAKTIK YANG BAIK
GALERI FOTO

Menyulap Kelas Menjadi Pasar Buah

Pembelajaran Kontekstual Aplikasi Persamaan Linier Dua Variabel dalam Kehidupan

Menyulap Kelas Menjadi Pasar Buah
Suasana kelas saat kelas dijadikan seperti pasar buah untuk mengetahui operasi persamaan linier dua variabel.

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Salah satu kegiatan yang penting dalam rangka kemitraan antara perguruan tinggi pencetak guru dengan sekolah mitranya adalah pendampingan dosen kepada guru-guru di sekolah mitra tersebut. Pendampingan ini untuk memastikan bahwa materi-materi pembelajaran aktif yang dilatihkan USAID PRIORITAS bersama para fasilitator dari perguruan tinggi tersebut dilaksanakan dengan baik.

Salah satu pendamping MTs model Makassar adalah Nursalam, dosen Matematika di Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar.  Dia mendampingi, salah satunya,  Hj. Rahmawati, MPd, guru kelas 8 yang mengajar materi aplikasi persamaan linier dua variabel dalam kehidupan. Pendampingan tersebut berfokus untuk menjadikan pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan melibatkan semua siswa. Siswa juga diharapkan bisa menemukan konsep-konsep sendiri terhadap persamaan linier dua variabel. 

Dalam pendampingan tersebut, Nursalam bersama guru-guru  berusaha menyusun RPP dan skenario pembelajarannya.  Setelah selesai melakukan hal tersebut, guru diminta melakukan simulasi.  Setelah simulasi selesai, bersama-sama mereka melakukan refleksi, khususnya  pada langkah- langkah pembelajaran. Langkah ini disebut dengan Plan, dan dilaksanakan selama dua kali pertemuan.

Setelah dirasa siap, dalam tahapan Do (pelaksanaan), pada jadwal yang ditentukan guru yang didampingi melakukan real teaching. Beberapa guru mata pelajaran yang sama, yaitu matematika, ikut menjadi pengamat, mengamati sekaligus belajar bagaimana mengajarkan topik semacam itu dengan metode pembelajaran aktif. 

Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut; pertama guru memberikan pertanyaan pada siswa: misalnya, seorang ke sebuah toko buku, dia membeli lima buku dan tiga pulpen, ternyata harganya 15 ribu. Nah, kira kira bagaimana caranya mengetahui harga satu buku dan satu pulpen? Guru ikut menyimpulkan bahwa  hal seperti ini sering ditemui dan ternyata itu bisa diselesaikan dengan menggunakan konsep matematika sistem persamaan linier dua variabel. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran.

Pada kegiatan inti, para siswa dibagi menjadi enam kelompok yang isinya heterogen. Setiap kelompok terdiri dari rata-rata lima orang.  Mereka diberikan LK pembelajaran aktif yang isinya berfokus pada  pertama membuat kalimat matematikanya;  kedua,  menuliskan model matematika dalam bentuk persamaan linier;  ketiga mencari masing-masing harga buah dari model matematika yang sudah dibuat, ada yang menggunakan substitusi, ada yang menggunakan eliminasi;   dan keempat, menuliskan solusi terhadap masalah yang ditemukan. Setelah membagikan LK, dan menjelaskan apa yang harus dikerjakan dengan LK tersebut, setiap kelompok mendapatkan 10 buah biji salak dan 10 buah jeruk manis. Dua siswa tiap kelompok dijadikan sebagai penjual, selainnya menjadi pembeli. Tugas penjual hanya menjual buah tersebut. Sedangkan tugas pembeli adalah  model, tapi pembeli yang membuat model matematika untuk menghitung harga dari setiap buah.

Model matematika atau kalimat matematikanya dibuat oleh kelompok adalah sebagai berikut harga satu buah jeruk disimbolkan dengan x , dan  harga satu buah salak disimbolkan dengan y. Pembeli pertama kemudian  membuat kalimat matematika. Hal yang sama juga dilakukan oleh pembeli kedua. Dua kalimat matematika dari dua pembeli tersebut digabungkan, sehingga terjadi diskusi antar kedua pembeli tadi untuk menuliskan model matematikanya. Misalnya si anak pertama membeli 3 jeruk dengan 4 salak dengan harga sekian, misalnya 10 ribu rupiah. Anak kedua membeli lagi 2 jeruk dan 3 salak dengan harga, misalnya,  7 ribu rupiah. 

Atau kalimat matematikanya adalah :

3x + 4y =  10.000
2x + 3y =  7.000

Cara penyelesaiannya didiskusikan secara kelompok.  Dalam hal ini, untuk menentukan harga dari masing masing satu buah jeruk dan buah salak, dengan asumsi bahwa harga buah jeruk atau salak sama walaupun besarannya beda. Diskusi kebanyakan memutuskan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara eliminasi; menghilangkan salah satu variabel, sampai mendapatkan hasil.

Atau sebagai berikut:

 3x + 4y = 10.000 x 2

 6x + 8Y = 20.000

 2x + 3y = 7.000 x 3 

 6x + 9y = 21.000

 

 -y = -1000
 Y  = 1000

 3x + 4y (1000) = 10.000
 3x + 4000        = 10.000
 3x                   = 6.000
 x                     = 2.000 

 Oleh karena itu harga
 1 jeruk : Rp. 2000
 1 salak : Rp. 1000

Setelah menyelesaikan masalah tersebut, guru meminta peserta didik untuk menjelaskan proses kerja mulai dari awal (pembelian) sampai cara memperoleh harga masing-masing buah lewat presentasi per kelompok. Siswa yang lain memberikan tanggapan, terkhusus cara penyelesaian masalah tersebut.

Dengan cara ini, ternyata guru mampu membantu siswa untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan persamaan linier dua variabel. Siswa terlibat aktif ikut memecahkan masalah dan mampu memahami dengan baik.

Setelah kegiatan selesai, diadakan pertemuan untuk melakukan refleksi. Salah satu masukan pak Nursalam dalam refleksi tersebut adalah guru harus lebih mengopmitmalkan kerja kelompok, karena berdasarkan pengamatannya, pembagian tugas belum jelas selama kerja kelompok, beberapa masih tidak terlibat aktif sehingga guru perlu lebih turun mendampingi ke bangku.

Menurut Nursalam, pelatihan dan pendampingan terhadap sekolah mitra LPTK perlu menjadi kegiatan tetap yang dialokasikan dananya secara khusus oleh LPTK. Guru-guru yang sudah terlatih akan menjadi guru pamong yang berkualitas saat mendampingi mahasiswa yang sedang berpraktik mengajar di sekolah.  

“Anak senang- sangat senang dengan program ini, mereka juga aktif terlibat dalam jual beli karena aktivitas tersebut membuat mereka penasaran akan harga sebenarnya. Saya pribadi merasa mendapatkan banyak pengetahuan terutama bagaimana model penyajian presentasi matematika oleh siswa. Pak Nursalam meminta siswa melaporkan dalam bentuk narasi. Hal tersebut merupakan pengalaman tersendiri bagi kami,” ujar Hj Rahmawati.   


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.