FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Ajari Bangun Datar Lewat Pengubinan

Ajari Bangun Datar Lewat Pengubinan
Siswa sedang mempresentasikan pengubinan dari bangun datar yang mereka pilih.

SERANG, BANTEN –  Sri Ayu, mahasiswa IAIN SMH Banten, praktik mengajar di MIN 2 Serang. Dia didampingi Bapak Syihabudin dosen pendamping lapangan (DPL) dan Bapak Asep Nizarudin, guru pamong (GP) di madrasah tersebut. “Saat itu saya mengajar matematika di kelas IVB dengan tujuan siswa dapat membuat rancangan pola pengubinan dengan banyak bangun datar,” tukas Sri Ayu.

Pengubinan adalah penyusunan satu atau lebih bangun datar sehingga tidak menimbulkan rongga di antaranya. “Di sini saya membawa tiga motif kain sarung yang berisi ragam bangun datar yang menjadi model. Melalui media ini, saya berharap siswa dapat mengkreasikan pola pengubinan,” kata Sri lagi.

awal, dia memperlihatkan tiga model sarung yang dibawanya. Siswa diminta membedakan bangun datar yang tercetak dalam motif sarung. Setiap perwakilan kelompok menulis bangun datar yang ditemukan di papan tulis. Sri bertanya kembali, apakah betul bangun datar itu yang dimaksud dalam motif sarung.

Guru juga membawa sarung yang dijadikan model dalam pembelajaran di kelas.

Siswa yang dibagi dalam tujuh kelompok, mendapatkan bangun datar yang  berbeda-beda, yakni persegi panjang, segitiga sama, lingkaran, segi lima, trapesium dan jajargenjang. Setiap siswa juga mendapatkan lembar kerja yang berisi instruksi:

  1. Buatlah rancang pola pengubinan sesuai bangun datar yang diterima!
  2. Warnailah pola pengubinan yang sudah dirancang!
  3. Gunakan tiga warna yang berbeda untuk pengubinan sehingga menghasilkan motif yang menarik!

Siswa memilih sendiri konsep bangun yang bisa dijadikan pengubinan. Ada yang membuat persegi, persegi panjang, atau segi enam. Setiap kelompok memilih pola pengubinan yang menarik untuk dipresentasikan di kelas. Lalu siswa menjelaskan pewarnaan dan pola pengubinan yang dipilih.

Setelah praktik mengajar, DPL, GP, dan mahasiswa bertemu untuk melakukan konferensi dengan pola 3-2-1. Yaitu DPL dan guru pamong menyampaikan tiga hal yang baik dari praktik mengajar, menyampaikan dua pertanyaan, dan memberi satu saran kepada mahasiswa. Mahasiswa memberikan tanggapan dari semua sesi ini.

“Kelebihannya, kamu bisa membuat suasana kelas menjadi aktif, siswa juga menghasilkan karya kreatif. Yang perlu diperbaiki, cara berkomunikasi agar tidak kaku dan mudah dipahami siswa," saran Pak Syihabudin. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.