FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Praktik Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal

Praktik Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal
Dosen sedang mendampingi kelompok mahasiswa menguji gejala gelombang melalui percobaan sederhana dengan slinky.

Universitas Negeri Yogyakarta – “Sekarang kita akan melakukan pemodelan tentang getaran, gelombang, dan bunyi. Kalian sebagai siswa, dan saya sebagai gurunya,” kata Bapak Sabar Nurohman MSi, dosen FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengawali perkuliahan pada mahasiswa semester V.

Kegiatan perkuliahan menggunakan alur introduction (pendahuluan), connection (menghubungkan), application (menerapkan), reflection (merefleksi), dan extention (penguatan) atau disingkat lCARE.

Kegiatan introduction dimulai dengan dosen menyampaikan latar belakang, tujuan, dan garis besar langkah kegiatan. Pada kegiatan connection mahasiwa mengkaji kompetensi dasar (KD) SMP kelas VIII, mata pelajaran IPA tentang KD 3.10 memahami konsep getaran, gelombang, bunyi, dan pendengaran, serta penerapannya dalam sistem sonar pada hewan dan dalam kehidupan sehari-hari, serta KD 4.10 tentang melakukan pengamatan atau percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi.

Mahasiswa diminta menganalisis cara menyajikan materi KD tersebut di dalam kelas. “Dalam materi getaran kemampuan yang diharapkan adalah memahami dan mencoba, dan untuk materi sistem sonar siswa diharapkan menerapkan,” kata Tyas menjelaskan hasil diskusi kelompoknya. Kelompok lain menyampaikan kemampuan yang dapat dilakukan adalah mengamati, melakukan, dan menganalisis.

Kegiatan selanjutnya application, Pak Sabar melakukan pemodelan sebagai guru SMP dan mahasiswanya menjadi siswa. Dia akan mengajar konsep gelombang sebagai getaran yang merambat, gelombang transversal, dan gelombang longitudinal.

Pemodelan dilakukan dengan mendemontrasikan gejala gelombang melalui percobaan sederhana dengan slinky.  “Khasfi tolong bantu saya memegang slinky ini. Saya akan mencoba memeragakannya. Semua siswa  maju ke depan untuk memerhatikan percobaan ini,” pinta dosen yang memeragakan guru ini.

Pak Sabar menjelaskan dengan mengayun-ayunkan slinky sehingga membentuk gelombang.  “Kenapa ayunan tersebut disebut sebagai sebuah getaran atau gelombang,” tanyanya.  

“Menurut saya itu sudah termasuk gelombang. Karena, gerak bolak-baliknya sudah merambat dari satu ujung ke ujung satunya,” jawab Astrid.

Berikutnya adalah guru meminta siswa untuk melakukan pengamatan pada sebuah percobaan di kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok mendapatkan satu paket slinky dan lembar kerja. Berikut lembar kerja yang digunakan:

Membedakan Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal

Secara berkelompok lakukanlah kegiatan sebagai berikut:

  1. Getarkan slinky ke kanan-kiri secara berulang di atas lantai keramik.
  2. Gambarlah pola gerakan slinky pada kertas.
  3. Lengkapi gambar yang sudah dibuat dengan melukiskan arah getar dan arah rambat getaran.
  4. Getarkan slinky maju-mundur secara berulang di atas lantai keramik.
  5. Gambarlah pola gerakan slinky pada kertas.
  6. Lengkapi gambar yang sudah dibuat dengan melukiskan arah getar dan arah rambat getaran.

Setelah siswa dalam masing-masing kelompok mengisi pertanyaan satu sampai enam, Pak Sabar membagikan bahan bacaan tambahan untuk mengklarifikasi jawaban siswa. Setelah itu maha-siswa menjawab soal lanjutan pada nomor 7 sampai dengan 10. 

  1. Bandingkan arah getar dan arah rambat getaran.
  2. Apakah pola gerakan slinky pada kedua kegiatan termasuk dalam kategori gelombang? Mengapa? (Pelajari  informasi pada bahan bacaan)
  3. Berdasarkan informasi (dalam bahan bacaan), pola gelombang mana yang merupakan gelombang transversal? Mengapa?
  4. Berdasarkan informasi dalam bahan bacaan, pola gelombang mana yang merupakan gelombang longitudinal? Mengapa?

Setelah selesai melakukan percobaan. Sabar meminta siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya. “Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarannya. Itu kami lakukan pada percobaan yang pertama,” jawab Khasfi mewakili kelompoknya. “Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya,” tambah Evi dari kelompok lain.

Mereka selanjutnya mendiskusikan kemampuan apa saja yang sudah dan belum tercapai dari pemodelan tersebut. Ternyata, kemampuan yang belum tersaji dalam pemodelan adalah kemampuan untuk menerapkan getaran. Contohnya, terkait dengan bunyi adalah sebuah gelombang. Namun bagaimana menjelaskan bahwa sebuah bunyi itu adalah sebuah gelombang. 

Untuk menjawab hal itu, Pak Sabar membagikan sejumlah kaleng bekas dan kertas. Mahasiswa diminta memotong-motong kertas menjadi kecil-kecil kemudian menaruhnya di atas kaleng. Selanjutnya kaleng dipukulpukul dan diamati apa yang terjadi. Mahasiswa diminta menganalisis hubungan getaran dan bunyi.

“Seumpama permukaan ini adalah membran, ketika kita pukul ke bawah bentuknya  menjadi cekung, karena ada udara di atas membran tersebut menjadi renggang, otamatis kertas menjadi naik. Nah sebaliknya. Ketika kita melepasnya, maka konsentrasi dari udara tersebut akan merapat. Karena rapatan renggangan tersebut merambat melalui medium udara sampai ke telinga kita sehingga kita bisa mendengar,” kata Jannah, mahasiswa.

Selanjutnya kegiatan reflection dilakukan dengan mengingat kembali komponen 'kemampuan' dan 'konten materi' apa saja yang terdapat pada KD 3.10 dan 4.10 kelas VIII SMP.  Terakhir, kegiatan extention, mahasiswa ditugaskan menganalisis sistem sonar, mengidentifikasi hewan yang memanfaatkan sistem sonar dan cara kerjanya. Mereka juga ditugaskan untuk menjelaskan cara mengukur kedalaman laut menggunakan sistem sonar dan bagaimana cara kerja alat ultrasonografi (USG).


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.