FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

SMART Memunculkan Bakat Menulis Anak

MTs Al Fauzan Labruk Lor, Lumajang, Jawa Timur

SMART Memunculkan Bakat Menulis Anak
Mts Al Fauzan bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah Kab Lumajang. Secara rutin setiap seminggu sekali mobil pustaka hadir membawa buku-buku yang dibutuhkan siswa.

Kegiatan budaya baca “SMART” (So Many Articles for Reading and Thinking) menjadi program kegiatan wajib di Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor, Lumajang yang memiliki sistim pendidikan boarding school atau sekolah berasrama. 

Pada 14 Juni 2015, MTs Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan Labruk Lor, Lumajang telah meresmikan Budaya Baca “SMART”. Kegiatan ini diresmikan dengan penandatanganan prasasti Budaya Baca oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H Nuril Huda SH SPdI MH dan Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Lumajang, Drs Siswinarko MM. 

“Budaya baca ini sebagai tindak lanjut kegiatan Program USAID PRIORITAS dan semakin minimnya keinginan minat baca dari para generasi muda. Oleh sebab itu budaya baca merupakan materi wajib bagi santri dan siswa Al Fauzan, agar mendapatkan ilmu pengetahuan dan mendapatkan wawasan keilmuan yang lebih luas,” ujar Ibu Nur Ifadah SH MH, Ketua Lembaga MA dan MTs Terpadu Al Fauzan.

Program budaya baca juga menjadi program kegiatan di seluruh lembaga pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Al Fauzan. Semua kelas diwarnai dengan majalah dinding (mading) kelas dan sudut baca yang terdiri dari jumlah buku sesuai dengan jumlah siswa di kelas pojok baca.
Setiap hari selama satu minggu siswa wajib membaca satu buku selama 10 menit pada awal pembelajaran. Di setiap hari Kamis, siswa meresensi keseluruhan buku yang telah dibaca.

Hebatnya, resume ini menjadi kumpulan karya tulis individu yang kemudian dikumpulkan kepada kader pustakawan kelas dan dinilai oleh Tim Pengembang Budaya Baca dan sebagai syarat mengikuti ujian tengah semester maupun akhir semester. Semua peserta didik diwajibkan membaca minimal 6 buku dalam 1 semester dan menulis resensi buku minimal 6 buku  per semester sebagai syarat mengikuti ujian.

Sedangkan di lingkungan pesantren, setiap usai Shubuh, santri diwajibkan membaca Al Qur'an kemudian disetorkan hafalan bacaannya setiap usai Maghrib. Dilanjutkan dengan membaca kitab kuning selama 20 menit kemudian dibuat resume setiap siang hari.
Siswa dari jenjang MTs dan MA peraih peresensi terbaik terbanyak dalam satu tahun dinobatkan sebagai Duta Baca.

Setiap tanggal 17 setelah upacara bendera, siswa mengikuti kegiatan “satu hari bersama di perpustakaan”, yaitu siswa membaca senyap 30 menit dari buku yang dipilih di perpustakaan keliling Kabupaten Lumajang. Setiap minggu sekali Perpustakaan Keliling mampir di MTs Al Fauzan. Setelah itu siswa mempresentasikan hasil membaca pada kelompoknya masing-masing. Presenter terbaik dari masing-masing kelompok diberi kesempatan presentasi di depan seluruh siswa.

Selain itu sekolah yang menjadi satu komplek dengan pondok pesantren ini memiliki Taman Baca yang diciptakan untuk meningkatkan minat baca siswa  dan seluruh warga madrasah. Siswa berserta keluarga melakukan pembiasaan membaca dalam kegiatan “Hari baca keluarga” setiap hari Jumat 08.00-15.00 WIB di Taman Baca. 

Setelah program ini berjalan setahun lebih, ternyata muncul bakat-bakat luar biasa dari para siswa MTs Al Fauzan. Ada yang piawai membuat karikatur karena jago gambar, ada yang senang menulis cerpen dan puisi, ada yang gemar menulis lagu, pidato dsb sehingga terbentuklah komunitas-komunitas ilmiah. 

Komunitas ini menurut Ibu Ifadah, berkumpul setiap minggu dan membahas topik mingguan yang akan mereka buat sebagai materi komunitas. Misalnya komunitas karikatur membuat tema karikatur yang akan mereka buat dalam satu minggu ke depan. Setelah satu semester, karya mereka dikumpulkan dan dibukukan oleh sekolah. 

Beberapa kegiatan literasi lain yang tak kalah serunya adalah kegiatan ilmiah (bedah buku) yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa. Siswa berkumpul di perpustakaan atau museum sekolah, selanjutnya guru atau salah seorang siswa mengupas satu buku yang menarik. Siswa lainnya boleh mengajukan pertanyaan atau masukan terkait buku yang dibedah. Siswa yang terbaik melakukan bedah buku akan diberi penghargaan dan diangkat sebagai duta baca. Kegiatan ini berlangsung sebulan sekali. 

Untuk mendukung bakat siswa dibidang menulis, sekolah juga mengadakan pelatihan jurnalistik yang bekerjasama dengan Harian Radar Semeru Lumajang. 

“Banyak kontribusi positif dan ilmu yang kita dapatkan setelah menjadi mitra USAID PRIORITAS, baik itu dari pelatihan, pendampingan maupun study visit ke kabupaten lain. Inspirasi tersebut kami tuangkan dalam program literasi sekolah MI hingga MA termasuk MTs. Ternyata semuanya berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan budaya baca di lingkungan pondok ini,” pungkas Ibu Ifadah.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.