Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Belajar Bentuk Tulang Daun dengan Pemodelan Bagian Tubuh

Belajar Bentuk Tulang Daun dengan Pemodelan Bagian Tubuh
Pada kegiatan kerja kelompok, dosen lebih banyak mendampingi mahasiswa yang sedang berdiskusi tentang deskripsi ciri-ciri daun pinus dan cemara.

UIN Walisongo Semarang - Banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat siswa menjadi mudah ingat dan memahami bentuk dan jenis-jenis daun dalam pembelajaran. Salah satunya dilakukan oleh Bapak Listyono MPd, Dosen IPA (Biologi) UIN Walisongo. Dalam sebuah perkuliahan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru  (PLPG) materi IPA untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Pak Lis menggunakan analogi-analogi bagian tubuh manusia dan hewan untuk memahami bentuk tulang daun. 

Kegiatan diawali dengan mengingatkan mahasiswa tentang tugas untuk membawa berbagai jenis daun yang ada di lingkungan tempat tinggal mahasiswa. Usai memastikan bahwa semua mahasiswa telah melakukan pesannya, Pak Lis lalu memulai kegiatan pemodelan dalam perkuliahan pagi itu.

“Baik, saya akan memulai perkuliahan dengan pemodelan pembelajaran di madrasah ibtidaiyah kelas V. Saya jadi guru, kalian semua jadi muridnya. Kalian setuju?” kata Pak Lis yang baru saja mendapatkan materi pelatihan modul III USAID PRIORITAS tentang pendekatan pemodelan dalam perkuliahan. Mahasiswa mengiyakan perkataan dosennya itu. 

Setelah mendapatkan  persetujuan dari mahasiswa, Pak Lis kemudian memberikan arahan, “Dalam dua menit bentuk kelompok beranggota-kan lima orang!,” sontak mahasiswa berpindah tempat untuk membentuk kelompok. Terbentuklah sebanyak enam kelompok. 

Selanjutnya, dosen memandu siswa bersama-sama menyanyikan lagu 'naik naik ke puncak gunung' yang telah diubah syairnya. 
Jalan-jalan di taman bunga 2x
Indah indah sekali                           
Kiri kanan kulihat daun macam-macam warnanya…
Kiri kanan kulihat daun macam-macam bentuknya…

Setelah menyanyikan lagu, kemudian siswa diberikan pertanyaan tentang bagaimana bentuk daun. Semua jawa-ban ditampung sebagai pengetahuan awal. “Baik sekarang kalian identifikasi, diskusikan, dan kelompokkan jenis daun yang memiliki persamaan bentuk/wujud, warna maupun ciri yang lain,” pinta Pak Lis. 

Tidak menunggu lama, setelah dua menit berlalu, Pak Lis memberikan pertanyaan tentang nama-nama dan bentuk daun. Suasana jadi ramai dan menyenangkan karena semua siswa ingin menjawab pertanyaan dengan menunjukkan daun untuk menjawab. 

“Daun nangka ini mirip bentuknya dengan daun jambu, kemudian bambu mirip dengan tebu,” kata Rahma. Guru mengiyakan semua jawaban siswa karena mereka mengelompokkan sesuai dengan bentuknya. Setelah semua jawaban terwa-dahi, dosen kemudian memberikan arahan langkah berikutnya dalam pembelajaran.

“Berikutnya, siapkan kertas dan pensil, lalu kalian blat masing-masing daun yang mirip tersebut. Setiap siswa harus mengerjakan satu daun,” instruksi Pak Lis. Kegiatan nge-blat (mengarsir kertas dengan pensil yang dibawahnya telah diletakkan/ditempelkan daun) dilakukan oleh mahasiswa dalam waktu 5 menit. Mereka membagi diri dan masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Ada yang nge-blat daun nangka, sirih, bambu, singkong, dan ada pula yang daun tebu. 

Lima menit berlalu, Pak Lis meminta dan menanyakan “Coba sekarang kalian cermati hasil arsiran kalian. Yang pertama dicermati daun nangka. Ada-kah bagian yang nampak dan menonjol pada gambar daun nangka?” tanya Pak Lis. Semua siswa mengangkat tangan dan menjawab, “Ada Pak!”. 

“Selanjutnya coba kalian raba tangan kalian yang dekat pergelangan tangan. Rasakan apakah ada yang menonjol? Kalau ada, namanya apa bagian yang menonjol tersebut?” tanya dosen. “Ada Pak, namanya tulang,” kata Aulia Maharani mewakili teman-temannya. 

Setelah menjawab, kemudian dosen meminta siswa untuk mengamati bagian yang menonjol pada daun, sampai muncul jawaban bahwa yang menonjol bernama tulang daun. Setelah itu, dosen meminta untuk mengamati letak dari tulang daun tersebut. Beberapa jawaban telah disampaikan, namun Pak Lis menguat-kan jawaban yang mengatakan bahwa tulang daun terletak bersusun di kanan dan kiri. 

Langkah selanjutnya adalah dosen membantu siswa untuk menemukan jembatan pemahaman antara nama tulang daun dan bentuk pada bagian tubuh manusia serta hewan. Pertama, dosen memandu siswa dengan gambar ikan yang memiliki sirip. Siswa dipandu untuk menemukan kesamaan antara sirip ikan dengan bentuk tulang daun nangka. Setelah mengamati daun nangka siswa menemukan bahwa ada semacam bentuk tulang daun yang menyirip seperti ikan. 

“Baik karena bentuk daunnya mirip dengan sirip ikan, maka tulang daun tersebut bentuknya menyirip,” kata Pak Lis memberikan simpulan dan apresiasi kepada siswa yang menjawab. 
Selanjutnya secara bertahap dosen memberikan pertanyaan yang merangsang mahasiswa berpikir. Pak Lis sengaja membuat pertanyaan yang langsung harus diberikan jawaban dengan cara berdiskusi singkat dengan teman kelompok. Berikut daftar pertanyaan dan jawaban yang didapatkan.
1. Daun ketela
Bagaimana tulang daun ketela, apakah sama dengan tulang daun nangka, ilalang, dan sirih? Coba letakkan lima jarimu di atas gambar daun ketela.
Apakah mirip jari kita. Karena mirip dengan jari maka jawaban bentuk tulang daun adalah? (jawaban harapan : “menjari”)
2. Daun ilalang
Bagaimana tulang daun ilalang?
Apakah sama dengan tulang daun nangka
Pertanyaan rangsangan :
Tulang daunnya berupa garis lurus apa di kanan kiri?
Garisnya berpotongan atau sejajar? (jawaban harapan  tulang daunnya sejajar)
3. Daun sirih
Bagaimana tulang daun sirih apakah sama dengan tulang daun nangka dan ilalang?
Pertanyaan rangsangan :
Tulang daunnya berupa garis lurus ataukah melengkung?
(jawaban harapan: tulang daunnya melengkung)

Penjelasan dan simpulan yang telah didapat dari identifikasi bentuk tulang daun kemudian digunakan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan lain yang ada di lingkungan sekitar. Secara mandiri, mahasiswa tampak aktif mencari jenis-jenis tumbuhan dengan melihat keluar lapangan dan menuliskan jawabannya pada kertas. 

Pak Lis kemudian memberikan aba-aba bahwa waktu kerja individu selesai dan selanjutnya adalah tugas kelompok. Tugas mereka adalah berdiskusi dalam kelompok dan memasukkan nama-nama daun yang memiliki ciri-ciri sejenis dengan bentuk tulang daun ke dalam lembar kerja dan kertas plano bekas yang telah mereka bawa. Identifikasi tersebut dikelompokkan dalam bentuk daun menjari, menyirip, sejajar, maupun melengkung. Siswa juga memotong-motong hasil arsiran tulang daun untuk ditempelkan pada kertas plano yang telah dibuat. 

Selang 10 menit berlalu, akhirnya dosen meminta siswa untuk melaku-kan presentasi. Secara bergantian empat dari enam kelompok tersebut presentasi. Masing-masing kelompok secara bergantian menanggapi dan memberikan masukan pada kelompok yang telah presentasi. Akhirnya presentasi kelompok ditutup dengan permintaan dari dosen untuk memasukkan nama-nama daun dari kelompok lain dalam daftar yang telah mereka buat. 

Kegiatan modeling tersebut ditutup dengan simpulan tentang kelompok-kelompok daun dan macam-macam daun. Setelah itu mahasiswa diminta menuliskan refleksi dengan dua pertanyaan, (1) sudah belajar apa kalian hari ini? dan (2) dengan bentuk tulang daun yang berbeda, tuliskan manfaatnya untuk kehidupan kita sehari-hari.

Selesai modeling, mahasiswa diberi tugas untuk mencermati langkah-langkah dalam pembelajaran tersebut. Baik itu pembuka, kegiatan inti, penu-tup, maupun refleksi. Usai berdiskusi, mereka kemudian merancang sebuah skenario pembelajaran dengan meng-gunakan contoh pemodelan yang telah dilakukan untuk kemudian disimulasikan dalam pertemuan selanjutnya. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.