Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Horee… Aku Bisa Membuat Pupuk MOL

SDN 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Horee… Aku Bisa Membuat Pupuk MOL
Siswa menunjukkan MOL yang sudah siap dipakai.

Oleh Cut Suwarni SPd, 
Guru SDN 1 Kuala Simpang

Apa ya MOL? tanya Riska pada Lia teman sebangkunya. Beberapa siswa saling bertanya dan tidak menemukan jawabannya, yang mereka tahu pasti hari itu Ibu Cut Suwarni mewajibkan siswa membawa beberapa kepal nasi sisa yang sudah tidak dimakan (basi). 

“Anak-anak, MOL adalah Mikro Organisme Lokal, atau cairan yang mengandung mikroorganisme yang terdiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. MOL mudah didapat tanpa harus mengeluarkan banyak uang, nah salah satunya adalah nasi basi yang tidak kita makan lagi,” jelasnya diikuti senyum siswa. “Nah.., MOL ini sangat berguna sekali untuk mempercepat hancurnya sampah oganik secara alami,” lanjut Ibu Cut.

Ibu Cut menjelaskan tujuan kegiatan tersebut kepada siswa yaitu untuk mengetahui bahwa limbah sampah yang basi atau busuk dapat diolah untuk menguraikan daun yang tadinya masih keras menjadi lapuk atau lunak. Siswa diharapkan terbiasa menerapkan hidup sehat, bersih dan menjaga lingkungan tetap asri.

Langkahnya, setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri atas 4 sampai 5 orang. Sebelumnya masing masing siswa diminta membawa alat dan bahan, antara lain empat kepal nasi yang sudah dibusukkan (berjamur), empat sendok makan gula pasir yang sudah dilarutkan dengan satu liter air. 

Guru juga memberi tugas secara kelompok, agar siswa membawa sebuah sendok, satu buah jerigen bekas ukuran dua liter, dan sebuah ember. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di halaman sekolah. Tahap pertama, nasi yang busuk tadi dimasukkan ke dalam plastik dan dihancurkan. Siswa diminta menggunakan masker ketika melakukannya, agar spora jamur yang berbahaya tidak terhirup. 

Selanjutnya, siswa menambahkan larutan gula pada nasi yang sudah dihancurkan dan diaduk sampai benar-benar lumat. Adonan yang sudah lunak tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ember. Campuran tersebut disebut dengan MOL. Kemudian siswa memasukan cairan MOL tersebut ke dalam  jerigen yang sudah dilubangi bagian tutupnya. Akhirnya, MOL yang udah berbau tape tersebut sudah dapat digunakan dengan terlebih dulu menambahkan air dengan perbandingan 1:5 (1 mol : 5 air), dan disiramkan pada daun kering yang sudah dicacah.

“Horeee… kami bisa membuat kompos sendiri,” teriak siswa saat menyiramkan MOL pada daun kering. Kegiatan ini membuat siswa kelas VI sangat senang. Merekapun bekerja dengan antusias dan bersemangat, bahkan banyak ide dan gagasan sederhana yang mereka berikan, misalnya menyusun daun dalam sebuah wadah serta membangun rasa kebersamaan.

Selanjutnya siswa secara berkelompok menulis laporan  yang diawali dengan penentuan judul, media dan bahan yang digunakan, cara kerja, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan. Kini  siswa dapat mengetahui bahwa nasi busuk dapat membantu proses pembuatan kompos, dengan larutan MOL yang mengandung unsur bakteri yang sangat berpotensi untuk perombak (menghancurkan) bahan organik sampah hingga menjadi pupuk kompos.

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.