FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Literasi Bertingkat di SD Tingkat

SDN 108293 Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara

Literasi Bertingkat di SD Tingkat
Program literasi bertingkat berhasil menumbuhkan minat membaca siswa SDN 108293 Perbaungan.

Sekolah ini dikenal sebagai SD Tingkat. Disebut begitu karena bangunannya bertingkat dua. Di sekolah ini program literasi juga dibuat bertingkat. Ada program di tingkat sekolah dan ada program di tingkat kelas.

Bel sekolah berbunyi nyaring pagi itu. Seluruh guru dan siswa SD Negeri 108293 Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara bergegas keluar kelas. Mereka sigap mencari tempat duduk masing-masing. Ada yang duduk di teras, halaman dan di bawah pepohonan. Hari itu mereka melakukan kegiatan Gembira. 

Gembira merupakan singkatan Gerakan Membaca dan Menulis Gembira. Selama 15 menit guru dan siswa membaca buku bersama. Setelah itu, 15 menit sisanya digunakan untuk presentasi. Guru maupun siswa secara sukarela bercerita soal isi buku yang dibacanya.

Kepala sekolah Ibu Farida Erawati SPd, mengatakan Gembira hanya satu dari sekian banyak program literasi di sekolahnya. Mereka menjalankan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) lengkap tiga tahap. Mulai dari pembiasaan, pengembangan sampai pembelajaran.

Agar sistematik, program literasi dibuat bertingkat. Ada program sekolah dan ada program kelas. Program sekolah wajib diikuti oleh semua guru dan siswa. Sedangkan program kelas hanya diikuti oleh guru dan siswa di kelas itu sendiri. Guru diberi kebebasan berinovasi dikelasnya masing-masing.

Ibu Farida mengatakan, program sekolah terdiri dari :
•    15 Menit membaca setiap hari sebelum jam pembelajaran. Siswa dan guru membaca di kelas masing-masing.
•    30 Menit membaca dan menulis gembira seminggu sekali. Kegiatan juga divariasikan dengan merensi buku. Biasanya dilakukan pada   hari Sabtu.
•    Setiap anak wajib mengunjungi perpustakaan sebanyak 24 kali dalam waktu enam bulan. Ada jadwal kunjungan per kelas.
•    Setiap anak wajib tuntas membaca 4 buku dalam 6 bulan.
•    Setiap guru wajib tuntas membaca 2 buku dalam 6 bulan.
•    Guru mengajar dengan metode PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).
•    Menyediakan keranjang baca di selasar sekolah.
•    Setiap kelas memiliki sudut baca.
Sedangkan program di tingkat kelas berbeda-beda. Misalnya di kelas VB, mereka memiliki tiga program membaca, yaitu:

Pertama, BU ARINI. Ini adalah singkatan Buku Apa Hari Ini? Siswa  di kelas ini diwajibkan untuk tuntas membaca 2 buku dalam waktu satu minggu. Siswa yang sudah selesai membaca buku wajib melapor kepada guru. Siswa tersebut harus memberikan cerita singkat tentang isi buku yang dibacanya. Setelah itu siswa menuliskan judul buku yang dibacanya di sebuah kertas, kemudian memasukkannya ke dalam stoples. Sebagai hadiah, siswa itu boleh mengambil permen yang disediakan guru. Tujuan kegiatan ini adalah mendorong anak terbiasa membaca di rumah.

Kedua, infak buku. Anak didorong untuk mendonasikan buku bekas. Buku-buku yang sudah selesai mereka baca agar disumbangkan. Tujuannya agar buku itu bisa dibaca teman-temannya yang lain. Sampai saat ini sudah terkumpul 46 eksemplar buku.

Ketiga, Arisan buku. Setiap anak mengumpulan uang sebesar Rp.1000,- sampai Rp.2000,- setiap bulannya. Uang yang terkumpul digunakan guru untuk membeli buku. Setelah itu guru dan siswa mengundi siswa yang akan mendapatkan buku. Kegiatan ini terus dilakukan sampai semua siswa mendapat buku. Tujuan kegiatan ini agar siswa mendapatkan buku-buku baru untuk dibaca.

Sedangkan di kelas VA ada program bernama Baning atau Baca Hening. Siswa yang sudah selesai mengerjakan tugas diberi kesempatan membaca buku di sudut kelas. Mereka bebas membaca apa saja. Selain untuk meningkatkan minat membaca anak, Baning juga ditujukan agar anak tidak menganggu siswa yang lain dalam mengerjakan tugas. Kecenderunganya anak yang sudah selesai mengerjakan tugas akan merasa bosan lalu menganggu temannya. 

Dalam kegiatan Baning, anak tidak hanya diminta membaca buku. Ia juga akan diminta menggambarkan perasaannya setelah membaca buku. Apakah mereka senang atau malah sedih. Siswa yang selesai membaca buku dan mengambar perasaannya boleh mengambil permen yang ada di kelas.

Selain program literasi bertingkat, siswa juga diberi peran penting. Mereka diberi tanggung jawab mengelola sudut baca di kelas. Ada jadwal piket pojok baca. Mereka bertugas merapikan buku dan memeriksa jumlah buku. Selain itu siswa juga diperbolehkan meminjam buku dari sudut baca. Guna memastikan program literasi berjalan, Ibu Farida membentuk tim dengan menggunakan SK kepala sekolah.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.