FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Asyiknya Belajar IPA dengan Media Lubang Pipa

SDN Golo, Yogyakarta

Asyiknya Belajar IPA dengan Media Lubang Pipa
Siswa bekerja sama menutup lubang dari pipa untuk membuktikan sifat-sifat jenis air.

Oleh Arif Fajar Pambudi

Guru SDN Golo Yogyakarta 

 

Maura dan kawan-kawannya adalah siswa kelas III. Pagi itu mereka belajar di halaman sekolah. Pembelajaran dimulai dengan penjelasan guru bahwa siswa akan belajar tentang sifat-sifat benda cair. 

Saya awali pembelajaran dengan mengeksplorasi pengetahuan siswa tentang jenis-jenis benda cair. Selain itu, saya juga menguatkan pemahaman mereka tentang manfaat dari benda cair. Setelah semua siswa paham, saya memberikan LK dan menjelaskan tentang pembuktian dari sifat-sifat benda cair melalui permainan yang menarik. Mereka sangat antusias sekali.

Tugas mereka adalah mengidentifikasi sifat  benda cair. Mereka diberi media oleh guru. Selanjutnya secara berkelompok mereka harus menutup lubang pipa yang sangat banyak. Siswa diberi misi mengeluarkan bola dari dalam pipa. Ada yang bertugas menutupi lubang-lubang pipa dengan jari tangan, ada yang bertugas mengambil air, dan mengisi pipa dengan air.

“Kalian akan melakukan permainan 'Pipa kapiler'. Dalam permainan tersebut, aturan mainnya adalah dengan mengisi pipa yang telah dilubangi dengan air sampai bola yang terdapat di dalam pipa dapat keluar. Kemudian temukan sifat-sifat air dan kemampuan apa yang kalian butuhkan untuk dapat mengeluarkan bola dari pipa,” demikian penjelasan pada lembar kerja yang telah mereka pegang.
Selanjutnya, lima kelompok beranggota masing-masing 8 atau 9 siswa tersebut menyusun strategi untuk menutupi media pipa dengan lubang seukuran ibu jari. Pipa ini sebagai media pem-belajaran untuk mempelajari sifat-sifat air yang dikemas dengan permainan.

“Ini ada yang masih bocor, lubang pipanya belum ditutup,” kata Maura sebagai ketua kelompok. 
“Mana lagi  kira kira yang belum ditutup, Maura?” tanya Gaby kepada Maura.
“Itu lubang yang di bawah jari jempolmu sebelah kiri,” jawab Maura.
“Jarinya Gaby sudah digunakan semua untuk menutupi lubang bagian bawah. Kamu tutup lubang yang di atas jari tangannya Gaby ya, Carla. Yang lain tutup lubang lainnya dan siapkan airnya,” sahut Maura memimpin dan mengarahkan temannya. 
“Ayo Cantika ambil air dan diisi pipa nya kita coba aja,” kata Maura memberi arahan pada Cantika.

Begitulah kira kira percakapan yang terjadi di tengah-tengah kegiatan pembelajaran IPA untuk mengenalkan sifat-sifat air pada siswa dengan menggunakan media pipa. Pada kegiatan tersebut memang kelompok Maura yang paling kompak dan cekatan sehingga baju kelompok ini hanya sedikit yang basah karena lubang pipa tertutup dengan baik. 

Setelah kelompok Maura selesai mengeluarkan bola, semua siswa selanjutnya dipandu oleh Pak Arif untuk membuktikan bahwa permainan yang mereka lakukan tadi membuktikan sifat-sifat benda cair. Sambil mempraktikkan sebuah pipa yang dimasukkan air dari atas, saya bertanya, ”Apa yang kalian dapatkan dari permainan tadi? Bagaimanakah sifat-sifat air bila memasukkan air dari atas seperti ini.” 

“Air memenuhi wadah pipa pak. Kemudian mengalir dari atas ke bawah,” jawab Maura.  
“Iya benar,” jawab Pak Arif.
 “Mengalir ke segala arah pak, air keluar melalui lubang-lubang. Kaos saya tadi soalnya basah, banyak air yang mengalir ke segala arah karena banyak lubang yang belum  tertutup jari tapi sama Alvaro sudah diisi air,” seru Adit dengan semangat. Semua anak tertawa dan bergembira.
Saya meminta siswa berdiskusi dengan kelompok tentang sifat-sifat air. Kemudian perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok lain menambahkan.

Setelah mendengar jawaban dari siswa, saya memberikan penguatan bahwa setidaknya ada sembilan sifat-sifat air. Yaitu air mempunyai berat,  air menempati ruang, permukaan air yang tenang selalu datar, air melarutkan beberapa zat, air menekan ke segala arah,  air meresap melalui celah kecil, air dapat berubah wujud, dan air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat rendah.

Semua siswa terlihat serius mendengarkan penjelasan guru. Setelah menjelaskan sifat-sifat air, saya kemudian meminta siswa menjelaskan nilai-nilai dalam permainan tersebut sampai mereka ada yang berhasil dan tidak berhasil. 

Siswa-siswa dengan jawaban lugunya menjawab bahwa mereka bisa karena ada kerjasama dan gotong royong. Teman-temannya saling membantu dan siapa yang bisa menutup lubang segera menutup lubang pipa. 

Kegiatan pagi itu, ditutup dengan melakukan kompetisi sekali lagi. Siswa-siswa ingin bisa mengeluarkan bola dari pipa. Mereka masih merasa penasaran karena ternyata sangat susah mengeluarkan bola dari dalam pipa dengan cara mengisi air yang harus diambil dan diisi melalui timba yang juga sengaja banyak dilubangi. Jadi ketika mengisi air untuk mengeluarkan bola di dalam air kadang sudah habis karena banyak air yang tercecer. Ditambah lagi dengan posisi pipa yang dilubangi di mana mana dan harus ditutupi dengan jari tangan.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.