FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Ayo Bermain Penyerbukan Bunga

SD Swasta 1 HKBP Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara

Ayo Bermain Penyerbukan Bunga
Belajar penyerbukan dengan menggunakan buku sebagai bahan praktik.

Siswa kelas VI SD Swasta 1 HKBP Balige masih mengalami kesulitan memahami konsep penyerbukan pada tanaman. Pemahaman siswa terhadap berbagai jenis penyerbukan seringkali tertukar antara penyerbukan sendiri, tetangga, silang, dan bastar.

Pagi itu, cuaca di Balige cerah, mawar-mawar yang tumbuh di  Balige juga sedang semarak, saya mencoba mengajak siswa belajar penyerbukan bunga sambil bermain. 

“Selamat pagi anak-anak… siapa yang suka dengan bunga mawar?” tanya Bapak Rimhot Sinaga kepada siswanya. “Saya, Pak… Saya, Pak,” jawab beberapa anak dengan antusias. “Saya suka karena bunga mawar cantik dan wangi,” jawab salah satu siswa.  “Bagus kalau begitu. Pagi ini kalian akan berperan menjadi mawar-mawar yang cantik, kita akan belajar tentang penyerbukan pada tanaman,” kata Pak Rimhot lagi. Melalui role play (bermain peran) siswa akan memahami perkembangbiakan tumbuhan secara generatif dengan benar. 

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan adalah terjadinya tumbuhan baru yang didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari yang mengandung sel kelamin jantan ke kepala putik yang mengandung sel kelamin betina. 

Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi empat macam, (1) penyerbukan sendiri yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri, (2) penyerbukan tetangga yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain tetapi kedua bunga masih di satu pohon, (3) penyerbukan silang yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berada di pohon lain tetapi masih satu jenis, dan (4)  penyerbukan bastar yaitu serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda pohon dan tidak sejenis tetapi masih satu famili, contoh penyerbukan antara mawar merah dan mawar putih. 

Media pembelajaran yang digunakan Pak Rimhot gunakan adalah LCD proyektor, gambar bagian-bagian bunga, dan berbagai jenis tumbuhan. Pak Rimhot memulai pelajaran dengan gambar-gambar bagian bunga. Siswa memperhatikan dan melakukan tanya jawab tentang bagian-bagian bunga.  Siswa mencatat fungsi-fungsi bagian bunga tersebut. 

Pak Rimhot kemudian mengajak siswa keluar kelas untuk memeragakan jenis penyerbukan. Dia meminta masing-masing siswa membawa dua buku tulis. Siswa lalu dibagi ke dalam 4 kelompok. Setiap kelompok yang sudah dibentuk diberi nama. 

Kelompok 1 sebagai tanaman mawar merah, kelompok 2 sebagai tanaman mawar merah 2, kelompok 3 sebagai tanaman mawar putih 1, dan kelompok 4 sebagai tanaman mawar putih 2. Siswa yang berada dalam satu kelompok membentuk lingkaran, yang menggambarkan bunga dalam satu pohon. Ia meminta siswa mengangkat buku tulisnya ke atas. 

Pak Rimhot lalu menjelaskan aturan permainan. “Masing-masing kalian akan menjadi bunga mawar. Siswa yang berada dalam kelompok adalah bunga mawar yang berada dalam satu tanaman,” katanya. 

“Aturan permainannya, tangan kalian yang mengarah ke atas adalah benang sari bunga mawar, buku yang kalian pegang adalah serbuk sari, sedangkan kepala kalian adalah kepala putik bunga mawar,” jelas Pak Rimhot. 

Pak Rimhot kemudian membacakan cerita yang berisi peristiwa penyer-bukan dan siswa memeragakan bagaimana penyerbukan itu terjadi. Bila ia menyebutkan terjadi penyerbukan sendiri maka siswa menempelkan buku ke kepalanya sendiri. Bila ia menyebutkan terjadi penyerbukan tetangga maka siswa menempelkan buku ke atas kepala teman sekelompoknya. Bila ia menyebutkan terjadi penyerbukan silang maka siswa menempelkan buku ke atas kepala teman kelompok lain yang sejenis. Misalnya kelompok tanaman mawar putih 1 dengan tanaman mawar putih 2. Bila Pak Rimhot menyebutkan terjadi penyerbukan bastar, maka siswa menempelkan buku ke atas kepala teman kelompok lain yang tidak sejenis, misalnya kelompok tanaman mawar dengan tanaman mawar merah. 

Sesuai dengan instruksi guru, siswa kemudian berjongkok. Guru pun mulai membacakan cerita, “Ali menanam tanaman mawar. Dia menanam empat pot bunga mawar.” 

“Ada dua pot mawar putih dan dua pot tanaman mawar merah. Setiap hari Ali menyiram tanaman mawarnya. Suatu hari, tanaman mawarnya berbunga dan mekar,” cerita Pak Rimhot dan siswa bangkit berdiri perlahan  sambil mengangkat bukunya. 

“Harum sekali baunya. Beberapa saat kemudian angin berhembus. Wusss… wuss…,” lanjut Pak Rimhot dan siswa bergoyang-goyang tertiup angin. “Lalu terjadilah penyerbukan…. Sendiri,” kata Pak Rimhot, disambut gerakan cepat siswa meletakkan buku di atas kepala mereka sendiri.  
“Pada hari berikutnya, ada lebah terbang di sekitar bunga mawar. Nguuuuunggg… ngungggg… serbuk sari menempel di sayap lebah sehingga terjadi penyerbukan tetangga.” Siswa lalu meletakkan buku di atas kepala teman satu kelompoknya. Begitulah Pak Rimhot melanjutkan cerita tentang penyerbukan dan siswa mempraktikkan sesuai dengan jenis penyerbukan yang disebutkan. 

Setelah eksplorasi, siwa kemudian dibagi ke dalam kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 orang. Guru lalu membagikan lembar kerja kelompok, guru mengamati dan membimbing jalannya diskusi, lalu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok lain menanggapi. Di akhir pelajaran, siswa dan guru membuat rangkuman dari hasil pembelajaran kelompok. 

Melalui permainan bercerita ini, siswa dapat lebih memahami proses terjadinya penyerbukan dan perantaranya. Permainan ini juga melatih siswa untuk menahan diri dan tidak kasar terhadap teman. Pada saat terjadinya penyerbukan tetangga, silang, dan bastar, siswa harus menempelkan buku ke kepala siswa yang lain dengan cepat tetapi hati-hati dan tidak kasar. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.