FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Mutasi Berbasis Data yang Efektif

Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

Mutasi Berbasis Data yang Efektif
Kadisdikpora Bantaeng, Prof Dr Syamsu Alam (ketiga dari kiri) saat menghadiri stakeholder coordination meeting, yang salah satunya membicarakan tentang kemajuan Tim Penyusun Mutasi PNS di Bantaeng.

Data dan Kebijakan 

Di Kabupaten Bantaeng terdapat 502 sekolah yang terdiri dari 310 SD/MI, 124 SMP/MTs, 48 SMA/MA dan 20 SMK. Sesuai dengan amanah Peraturan Bersama Lima Menteri tentang penataan dan pemerataan guru pegawai negeri sipil,  agar rasio, kualifikasi akademik, distribusi, dan komposisi guru PNS sesuai dengan kebutuhan riil masing-masing satuan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Olah raga Kabupaten Bantaeng telah berusaha untuk melakukan pendistribusian guru dengan merata. 

Data DAPODIK pada tahun 2014  menunjukkan bahwa pada tingkat SD, Bantaeng mengalami kekurangan guru kelas (PNS) pada 55  sekolah sebanyak 137  orang yang tersebar pada semua kecamatan. Namun juga terjadi kelebihan guru kelas (PNS dan non-PNS) pada 85 sekolah sebanyak 272 guru yang tersebar pada semua kecamatan. Terjadi ketidakmerataan persebaran guru tingkat SD di Bantaeng.  

Namun, untuk melakukan program penataan dan pemerataan guru, sebagaimana di daerah-daerah lain, terdapat beberapa hambatan. Pertama, stigma yang sudah berkembang di masyarakat umum bahwa mutasi adalah hukuman dan bernuansa politis. 

Banyak pemikiran berkembang di masyarakat bahwa mutasi terjadi pada seseorang karena orang tersebut tidak disukai bupati, disebabkan tidak memilihnya atau berlawanan koalisi saat pilkada.  Sebagai hukuman,  orang tersebut  dipindahkan ke tempat terpencil. 

Pemikiran semacam itu banyak terdapat di masyarakat. Kedua, guru di kota kurang tertarik dipindahkan ke daerah terpencil, karena  lebih menyukai mengajar di kota yang memiliki banyak fasilitas. 

Untuk mengatasi hal tersebut, atas usulan Kepala Dinas Dikpora yang menjabat waktu itu yaitu Bapak Prof. Dr. Ir. H. Syamsu Alam, M. Si, maka Bupati Bantaeng, Bapak Nurdin Abdullah, menginstruksikan pembentukan Tim Penyusun Mutasi PNS di lingkup Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantaeng.

Kepala Dinas Dikpora yang saat ini menjadi Kepala Bappeda Bantaeng diangkat menjadi koordinator. Tim ini terdiri dari ketua (Sekretaris Dikpora), sekretaris tim (Kasubag Kepegawaian) dan anggota dari 18 orang  Kepala Bidang, Kepala Cabang Dinas, Korwas, dan Kasi PAUD. 
Mandat utama tim ini sesuai SK antara lain: membuat database guru dan pegawai, menginventarisir data guru bersama dengan Kepala Cabang Dinas, mengerjakan pemetaan dan analisis kebutuhan guru dan pegawai. Tim tersebut melakukan penataan dan pengelolaan redistribusi guru berdasarkan sistem database pendidikan terkini yang dihasilkan dari olah data dengan pendampingan USAID PRIORITAS.    

Tahapan mutasi guru yang dilakukan oleh tim meliputi: (1) verifikasi fisik melalui visitasi lokasi, validasi data sesuai hasil analisis data guru bersama dengan tim USAID PRIORITAS. Tujuannya, untuk memastikan kebutuhan sekolah akan guru, kelas, rombel dan kecukupan jam mengajar guru yang dimutasi;  (2) penerimaan dan persetujuan su-rat permohonan mutasi. Tim mem-buka ruang bagi guru yang terkena mutasi menyampaikan pertimbangan kelayakan berpindah mengajarnya di sekolah yang dituju misalnya, karena kekurangan jam mengajar pasca ber-status guru sertifikasi; (3) rapat kese-pakatan mutasi. Segenap guru yang akan dimutasi mengikuti rapat bersa-ma dengan tim. Terlibat dalam rapat tersebut adalah pengawas gugus SD, pengawas SMP, kepala sekolah yang melepaskan dan yang menerima. 

Pada tahap ini, tim menyampaikan kepada semua pihak yang berkepen-tingan bahwa mutasi  bertujuan untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan sumber daya guru di sekolah. Tim membeberkan data dan berbagai pertimbangan mutasi tersebut. 

Dampak Kebijakan

Dampak dari adanya mutasi ini adalah stigma bahwa mutasi adalah hukuman menjadi tidak ada. Para guru, setelah ditemukan dengan tim mutasi guru menjadi yakin bahwa mutasi memang dilakukan berdasar kebutuhan persebaran guru agar tidak terkonsentrasi di satu tempat. Hal ini sangat penting agar setelah dimutasi, semangat mendidiknya tidak turun. 

Tim mutasi bekerja transparan. Dalam setiap proses mutasi tim tidak memungut biaya, tidak ada transaksi sesuai kepentingan guru dan pihak terlibat, bahkan guru yang dimutasi berhak mengajukan surat keberatan jika keputusan dianggap tidak benar. 

Ketua tim mutasi guru, Bapak Drs Basri, berupaya meningkatkan kualitas dan melestarikan praktik baik dari program penataan dan pemerataan guru itu. Hingga saat ini tim yang dibentuk dan ditetapkan pada tanggal 30 Januari 2014 telah memutasi 200 guru di tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah.  Pengelolaan sistem database dan analisis data guru atas fasilitasi USAID PRIORITAS  menjadi rujukan program mutasi. 

Informasi lebih lanjut hubungi:
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantaeng. Jl. Andi Mannapiang, No. 72. Lamalaka
Telp: (0413) 21184 

Kontak Person : 
Drs Basri MSi 
(Seketaris Dikpora)


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.