FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Kunyit untuk Mendeteksi Air yang Terkontaminasi

SMPN 1 Calang, Aceh Jaya

Kunyit untuk Mendeteksi Air yang Terkontaminasi
Siswa sedang menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk percoabaan menguji air yang terkontaminasi dengan kunyit.

Oleh Rasyidah
Guru SMPN 1 Calang

Irma siswa kelas  VIII sedang memegang kunyit di kelas, bukan untuk keperluan bahan dapur tetapi untuk memanfaat-kan kunyit dalam mendeteksi bahan kimia berbahaya. Pada pembelajaran IPA kali ini, saya mengajak siswa untuk menemukan air yang terkontaminasi dengan menggunakan kunyit.

Adapun bahan yang harus dipersiapkan adalah pisau, papan/alas untuk memotong, gelas ukur, spatula/ sendok, kunyit, air mineral, air sumur, gula, garam, air sungai, dan deterjen.

Secara berkelompok, siswa diminta untuk mengambil 5-6 batang kunyit, dikupas, kemudian setiap batang kunyit dibelah menjadi tiga bagian dengan menggunakan pisau. 

Air yang sudah diambil siswa dari beberapa sumber, seperti air sungai, air sumur, air comberan, air mineral, air deterjen, dan air gula, dimasukkan ke dalam gelas plastik bekas air kemasan.  

Langkah selanjutnya, masukkan dua potongan kunyit yang telah dibelah ke dalam masing-masing gelas. Kemudian sisakan masing-masing satu potongan kunyit sebagai perbandingan. Diamkan kunyit yang ada di dalam gelas selama tiga menit. 

Amati perubahan kunyit di dalam air yang ada di semua gelas. Bandingkan kunyit yang sudah dicelupkan pada semua gelas dengan kunyit yang tidak dicelupkan ke air. Siswa menuliskan hasil temuan perubahan kunyit untuk menguji air.

Hasil percobaan menunjukkan warna kunyit berubah kuning pekat kehita-man yang dicelupkan ke dalam air deterjen, air comberan, air sungai, dan air sumur 1 yang diambil dari salah satu rumah siswa. 

“Ternyata air yang terkontaminasi berubah warna menjadi kuning pekat. Semakin terkontaminasi warnanya semakin kuning pekat kehitaman,” kata salah seorang siswa menceritakan hasil temuannya.

Salah satu air sumur yang juga diuji ternyata kunyitnya juga berubah warna kuning pekat. “Air sumur di rumah saya, sepertinya terkontaminasi limbah yang dekat rumah,” kata siswa yang membawa air sumur tersebut.  

Selanjutnya, secara berkelompok siswa membuat laporan tentang apa yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh. “Dari hasil percobaan kami, kunyit yang warnanya paling pekat yaitu yang dimasukkan ke dalam air deterjen, air comberan, air sumur 1, dan air sungai. Sedangkan yang dimasukkan ke dalam air mineral, air gula, dan air garam warnanya hampir tidak berubah. Kesimpulan kami semakin air terkontaminasi, maka warna kunyit semakin cepat berubah dan warnanya semakin pekat,” demikian presentasi salah satu kelompok.

Dari kegiatan percobaan ini, saya melihat siswa mampu mengem-bangkan kreativitasnya dan mampu mengembangkan sikap ilmiahnya. Yang terpenting adalah ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berikan kebebasan kepada siswa untuk mengekplorasi kemampuan dirinya melalui percobaan-percobaan ilmiah seperti ini.

“Saya senang belajar seperti ini. Kami merasa seperti ilmuwan yang sedang menguji air yang layak minum,” kata Irma setelah melakukan percobaan.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.