FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Pemodelan Pembelajaran Discovery dalam Materi Garis dan Sudut untuk Kelas VII SMP

Pemodelan Pembelajaran Discovery dalam Materi Garis dan Sudut untuk Kelas VII SMP
Guru mengajukan pertanyaan mengarah pada persiapan pemecahan masalah dengan menggunakan media gambar.

Oleh Ade Rohayati MPd                          

Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung 

Terkait model pembelajaran yang inovatif, para guru sering kebingungan bagaimana mempraktikkan model tertentu dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika di FPMIPA UPI dibekali dengan pengetahuan tentang model-model pembelajaran dan bagaimana mempraktikannya. Materi tersebut terdapat dalam mata kuliah 'Belajar dan Pembelajaran Matematika'. 

Agar para mahasiswa dapat memahami dan dapat mempraktikkan model-model pembelajaran, maka ketika dalam proses perkuliahan, mereka diharuskan untuk mengkaji tentang teori dan mempraktikannya secara langsung melalui peer teaching dalam perkuliahan. 

Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dalam pembelajaran adalah model pembela-jaran discovery. Berikut adalah bentuk perkuliahan yang mengikuti sintaks discovery learning di Prodi Pendidikan matematika FPMIPA UPI. Perkuliahan ini juga menjadi pemodelan bagi mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran aktif.
a. Stimulation (Stimulasi/ Pemberian Rangsangan)
Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. Dalam hal ini guru  memberikan stimulation dengan menayangkan gambar benda-benda seperti di bawah ini, kemudian mengajukan pertanyaan mengenai jenis sudut yang ada pada gambar tersebut (sebagai materi prasyarat). Ternyata siswa menjawab ada sudut lancip, sudut siku-siku, sudut tumpul, dan sudut lurus yang berupa garis. Setelah itu guru menanyakan ukuran dari masing-masing jenis sudut dan siswa menjawabnya.Pada fase ini juga guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu: (1) Siswa dapat menemukan jenis-jenis sudut yang terjadi jika dua garis dipotong oleh garis lain; (2) Siswa dapat menemukan sifat-sifat sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain; (3) Siswa dapat menggunakan sifat-sifat sudut jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain untuk menyelesaikan soal. Selanjutnya menyuruh siswa berpasangan untuk mengeksplorasi materi yang sedang dipelajari, yaitu mengenai dua garis yang dipotong oleh garis yang lain.
b. Problem Statement (Pernyataan/ Identifikasi Masalah)
Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru menayangkan permasalahan dalam bentuk gambar. Setelah mengamatii gambar tersebut, para siswa membuat pertanyaan “jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain, jenis sudut apa saja yang akan ter-jadi dan bagaimana ukuran sudutnya? Setelah itu para siswa diberi kesempa-tan untuk berpikir dan mendiskusikan jawaban sementara atas pertanyaan yang dibuatnya (membuat hipotesis). 
Adapun hipotesis yang dibuatnya adalah: “Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis yang lain akan terbentuk sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak yang masing-masing jumlah besar (ukuran) sudutnya 180 o.
c.  Data Collection   (Pengumpulan Data)
Siswa belajar secara aktif dalam  rangka mengkonstruksi pengetahuan baru, yaitu tentang jenis-jenis sudut yang terjadi jika dua garis dipotong oleh garis yang lain. Pada kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan. Untuk keper-luan itu, siswa diberi kesempatan untuk melakukan praktik secara berpasangan, menggu-nakan alat peraga membentuk dua buah garis yang sejajar dipotong dengan garis yang lain atau membuat dua buah garis yang berpotongan dipotong oleh garis yang lain, sehingga akan terbentuk bermacam-macam sudut.
d. Data Processing        (Pengolahan Data)
Setelah melakukan praktik (percobaan) dengan menggunakan media (alat peraga), menggambarkan hasilnya pada papan tulis. Setelah itu guru menggabungkan kelompok siswa yang hasil percobaannya  sesuai dengan gambar pertama (dua garis sejajar dipotong oleh garis yang lain) dengan kelompok siswa yang hasil percobaannya sesuai dengan gambar kedua (dua garis berpotongan dipotong oleh garis yang lain). Dalam kelompok tersebut siswa berdiskusi untuk menemukan mengenai jenis-jenis sudut yang terbentuk jika dua buah garis sejajar atau berpotongan dipotong oleh garis yang lain beserta ukurannya.
e. Verification (Pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah dibuat, yaitu bahwa “Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis yang lain akan terbentuk sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak yang masing-masing jumlah besar (ukuran) sudutnya 180o”. 
Para siswa menemukan bahwa jika dua buah garis yang sejajar dipotong dengan garis yang lain atau jika dua buah garis yang berpotongan dipotong oleh garis yang lain akan terbentuk sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak seperti terlihat pada gambar. Selain itu siswa juga dapat membukti-kan bahwa “Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis yang lain akan terbentuk sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak yang masing-masing jumlah besar (ukuran) sudutnya 180o”. 
Untuk membuktikan, siswa menggunakan pengetahuan sebelumnya, yaitu mengenai “dua sudut yang saling berpelurus” dan “jika dua buah garis sejajar dipotong oleh garis yang lain maka terbentuk sudut-sudut sehadap yang berukuran sama”.
f.  Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)
Pada tahap ini ditarik kesimpulan berdasarkan hasil diskusi kelas. Kesimpulan yang dibuat siswa adalah: 
1.    Jika dua garis dipotong oleh garis lain, maka terbentuk sudut dalam sepihak dan sudut luar sepihak. 
2.    Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain, maka sudut dalam sepihak jumlah besar sudutnya 180o.
3.    Jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain, maka sudut luar sepihak jumlah ukuran sudutnya 180o.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.