FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Mendeteksi Benda Isolator dan Konduktor dengan APIK

SDN 2 Kalibawang, Wonosobo, Jawa Tengah

Mendeteksi Benda Isolator  dan Konduktor dengan APIK
Alat pendeteksi isolator dan konduktor buatan siswa. Lampu LED yang menyala menandakan benda tersebut merupakan benda konduktor.

Oleh Widiyanto MPd 
Guru SDN 2 Kalibawang

Widiyanto, guru kelas VI SD Negeri 2 Kalibawang, Wonosobo, mengajak para siswanya membuat alat sederhana dari barang bekas mainan untuk mendeteksi benda-benda isolator dan konduktor. “Ide ini bermula ketika saya melihat bekas mainan robot dan mobil-mobilan remot kontrol yang sudah tidak terpakai,” katanya.

Dia membagi siswa menjadi 4 kelompok, dan memberikan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu kayu papan, gergaji besi, baterai koin yang diambil dari bekas mainan, lampu LED, kabel tembaga, dan paku pinus. Siswa mulai bekerja dengan memotong kayu ukuran      3 x 7 cm dengan gergaji besi. Kemudian membuat dudukan untuk dua buah baterai kancing yang diletakkan di tengah. Selanjutnya memotong 3 buah kabel tembaga dengan ukuran 5 cm, 4 cm, dan    3 cm. Lalu membentuk kaki lampu led yang disesuaikan dengan lebar papan kayu. 

Setelah semua siap, lampu led dihubungkan dengan kabel dan baterai menjadi rangkaian seri. Fungsi paku pinus adalah sebagai konektor agar kabel dan kaki lampu led mudah terhubung tanpa perlu dililit. Selain itu paku pinus juga berfungsi sebagai saklar terbuka yang nantinya akan menghubungkan benda yang akan dideteksi. Cara kerjanya, lampu LED akan menyala bila benda yang dideteksi merupakan benda konduktor.  

Setelah selesai merangkai alat, siswa menggunakannya untuk mengidentifikasi sebanyak-banyaknya benda isolator dan konduktor. Di kelompok siswa mengisi tabel yang terdiri dari nama benda, lampu LED menyala atau tidak, dan bahan dasar penyusun benda tersebut. Pada kegiatan itu, siswa merumuskan masalah, membuat hipotesis, mencoba, dan mencatat data. Jika siswa sudah mencoba semua benda, maka siswa membuat simpulan. Di akhir kegiatan, secara individu siswa membuat laporannya. Sesuai kesepakatan bersama siswa, alat tersebut kemudian diberi nama Alat Pendeteksi Isolator dan Konduktor.


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.