Daerah Mitra
FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Penemuan Kulit Jeruk Sebagai Aroma Terapi Penangkal Nyamuk, Bawa Aanisah Rahman Raih Juara Remach CSC 2016

SMPN 6 Sengkang, Sulawesi Selatan

Penemuan Kulit Jeruk Sebagai Aroma Terapi Penangkal Nyamuk, Bawa Aanisah Rahman Raih Juara Remach CSC 2016
Siswa membuat bola penutup dari benang wol yang dililitkan pada sebuah balon yang diberi lem untuk tempat lampu kulit jeruk. Kemudian lampu jeruk ditutup dengan dengan balon dan diletakkan di ruangan sehingga menjadi lebih indah.

Pengharum ruangan buatan banyak yang ditemukan oleh para peneliti sebelumnya mengandung Phthalateks yang dapat mengganggu sistem reproduksi pada hewan. Seperti hasil uji coba penelitian pada hewan menunjukkan dampak terkena phthalates menyebabkan penurunan testeron, organ genital tidak berfungsi baik dan kurangnya produksi sperma. 

Sedangkan bahan pewangi alami dibuat dari ekstrak bunga atau rempah rempah dan sebagainya. Untuk bahan pewangi buatan dengan menggunakan senyawa ester tertentu. Ester adalah senyawa hidrokarbon berupa zat cair pada suhu kamar dengan aroma yang sedap, contohnya isopentil asetat untuk aroma pisang, n-oktil asetat untuk aroma jeruk manis, dan metil butirat untuk aroma apel dan sebagainya.

Jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang sangat populer setelah pisang dan mangga di Indonesia. Pada saat ini, kulit jeruk dibuang begitu saja oleh masyarakat, merupakan sampah yang tidak ada manfaat dan tidak mempunyai nilai ekonomisnya. Namun siswa SMPN 6 Sengkang, justru meng-ubah kulit jeruk menjadi aroma terapi penangkal nyamuk. Praktik ini diawali dari pembelajaran tentang bahan kimia rumah tangga yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Aanisah Rahman dan kawan-kawannya kelas VIII terinspirasi untuk memanfaatkan kulit jeruk alami dari pada bahan buatan yang sebelumnya dipelajari. Bapak Muhammad Arifai, guru IPA membantu para siswanya menggali potensi lain dari buah jeruk, yaitu pemanfaatan kulit jeruk menjadi pengharum ruangan. Karya ilmiah ini diberi judul Aroma Terapi dari Kulit Jeruk Sebagai Penangkal Nyamuk.

Pembelajaran dengan KD 5.1 Bahan Kimia dalam kehidupan melalui pendekatan saintifik yang berbasis laboratorium. Tujuan pembelajaran adalah memanfaatkan bahan kimia alami dalam kehidupan sehari-hari, siswa diarahkan guru melakukan percobaan dengan menyiapkan satu buah jeruk segar yang dibelah lalu dipisahkan dengan pasinya. 

Kemudian dilubangi bagian tengah dengan diameter + 1 cm atau disesuaikan dengan stand lampu yang berkapasitas 5 watt. Untuk memperindah tampilan karya ini, diberi Carp (penutup) yang terbuat dari balon yang dililit benang woll, agar melengket dan menjadi kuat balon dibalut dengan lem.
Pada saat bola lampu dihubungkan dengan listrik bertegangan 220 Volt, maka bola lampu akan panas yang suhunya berkisar 40 derajat Celsius. Hal ini akan memanaskan kulit jeruk sehingga terjadinya penguapan kandungan bahan-bahan yang ada dalam kulit jeruk, terutama terpinen 4-ol sangat tidak disukai serangga seperti nyamuk, sehingga diduga kulit jeruk dapat menjadi obat anti nyamuk.  

Dalam penelitian ini dicoba waktu satu sampai empat hari, ternyata hari pertama aroma jeruk terasa di ruangan dan nyamuk hampir tidak ada, yang biasanya pada malam hari banyak sekali.
Pada hari kedua masih sangat signifi-kan terasa aroma terapi yang keluar membuat ruangan harum aroma jeruk dan nyamuk pun tidak ada. 

Setelah hari ketiga reaksi aroma tera-sa mulai menurun, ini mungkin karena kandungan citrum hampir habis meng-uap oleh panas lampu yang mengeluarkan suhu kurang lebih 40oC. Hari keempat kulit jeruk terlihat mengerut. Kulit Jeruk sebagai anti nyamuk memiliki potensi basar, karena kandungan citrumnya yang khas sangat tidak disukai oleh nyamuk. Kandungan tersebut apabila diberi suhu panas akan menguap sehingga ruangan dapat beraroma citrum dan nyamuk pun pergi. Namun penelitian ini belum dapat membuktikan bahwa nyamuk yang mencium bau citrum akan mati. Walaupun demikian paling tidak aroma jeruk ini tidak mengganggu pernafasan dan ruangan terhindar dari nyamuk. 

Hasil pembelajaran siswa ini diikutkan dalam lomba CSC (Chemistry Smart Challenge) tingkat Sulawesi Selatan dan Barat di Universitas Hasanudin Makassar dan berhasil meraih juara III dari 120 peserta SMP. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.