FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

Membuat Big Book untuk Siswa Kelas Awal

Membuat Big Book untuk Siswa Kelas Awal
Ibu Hernik memodelkan mengajar membaca bersama dengan buku besar buatan mahasiswanya.

Pembuatan big book (buku besar) untuk pembelajaran kelas awal di sekolah dasar (SD) yang diperkenalkan USAID PRIORITAS menginspirasi banyak dosen untuk mengadopsi di dalam perkuliahan. Mereka mengajak para siswa membuat Berikut adalah beberapa pengalaman dua dosen LPTK mitra mengajak mahasiswanya mengembangkan big book dalam perkuliahan. 

UIN Sunan Ampel Surabaya – Dosen PGMI FTK UINSA, Ibu Hernik Farisia MPd, dalam perkuliahan metode pembelajaran bahasa Indonesia pada pertemuan 6 dan 7, dia memfasilitasi mahasiswa semester V membuat big book. “Mahasiswa akan belajar membuat media big book dan menggunakannya di kelas untuk mengajar membaca bersama di kelas awal. Setiap pertemuan dilakukan dalam waktu 3x50 menit,” kata Ibu Hernik. 

Mengawali perkuliahan, dia meminta mahasiswa menulis apa yang mereka pahami tentang big book? “Big book adalah buku yang berukuran besar, berisikan gambar yang jelas disertai dengan cerita pada setiap gambar. Warna pada gambar sangat jelas dan tulisan huruf pada setiap cerita juga jelas, serta  dan berukuran besar agar para siswa MI dapat membacanya dengan jelas,” tukas Heni, salah seorang mahasiswa. 

“Big book adalah media pembelajaran berupa buku besar yang di dalamnya terdapat gambar dan tulisan yang saling berkaitan. Gambar dan tulisan harus menarik agar siswa lebih tertarik dengan media pembelajaran big book ,” timpal mahasiswa lainnya.

Ibu Hernik menunjukkan sebuah big book berjudul, Apa Itu malam Hari? Dia mengajak mahasiswa mengiden-tifikasi ciri-ciri sebuah big book ban-tuan dari program USAID PRIORITAS tersebut. Dia memperlihatkan cover dan isinya. ”Setelah melihat big book ini, apa yang bisa anda identifikasi dari ciri-ciri big book?” katanya.

Mahasiswa menemukan tiga ciri-ciri big book, yaitu (1) gambar/ilustrasi harus sesuai judul, (2) ceritanya singkat, (3) memiliki satu ide atau satu topik cerita. Ibu Hernik memberi penguatan dengan menunjukkan ciri-ciri big book melalui power point. “Betul, ciri-ciri big book ceritanya singkat sekitar 10-15 halaman, memiliki satu ide/topik cerita, pola kalimatnya jelas, gambar memiliki makna,  jenis dan ukuran tulisan tampak jelas, dan jalan ceritanya terkait dengan kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami,” jelasnya.

Selanjutnya Ibu Hernik membagi mahasiswa dalam enam kelompok kecil yang beranggotakan 5-6 orang. Kelompok satu sampai tiga ditugaskan membuat big book untuk kelas I, sedangkan kelompok empat, sampai enam membuat big book untuk kelas II. Perbedaannya, untuk siswa kelas I, pada setiap halaman big book ada gambar dan satu kalimat sederhana, sedangkan untuk siswa kelas II, berisi dua kalimat. 

Tampak mahasiswa berdiskusi di kelompok menentukan topik cerita. Setelah menemukan beberapa topik cerita mereka memilih satu topik yang menarik, relevan, dan sesuai dengan jenjang kelas yang menjadi tugasnya. ”Kita sepakat memiilih topik Tas Sekolahku ya,” kata Yani kepada teman sekelompoknya. Setelah topik terpilih, mereka membuat rancangan kalimat pada setiap halaman big book. 

Mahasiswa berpikir kreatif mencari ide cerita, dan mendiskusikannya untuk mencari yang terbaik. Setelah selesai, perwakilan tiap kelompok mempresentasikan idenya tersebut kepada kelompok yang lain. Dari presentasi tersebut mahasiswa mendapatkan masukan dan ide tambahan dalam membuat atau menulis cerita pada big book.

“Judulnya Tas Sekolahku. Ini tas sekolahku. Tasku warnanya biru. Tasku sangat bagus. Tasku kupakai untuk sekolah. Tasku bermotif kotak-kotak putih. Tasku ku gendong di punggungku. Aku suka tas sekolahku,” kata Enggar, mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

Setelah memperbaiki saran dan ide dari teman-teman kelompok lain, setiap kelompok mulai memikirkan ilustrasi yang relevan dengan kalimat pada setiap halaman big book. Mereka memikirkan bersama ilustrasinya dan berbagi membuat sketsa ilustrasinya di kertas HVS berukuran A4. Ada yang menggambar dengan tangan dan ada juga yang mencari gambar di internet. 

Berdasar sketsa yang sudah dibuat kelompok, Ibu Hernik memberikan masukan yang perlu menjadi perhatian. “Ini adalah salah satu hasil karya salah satu kelompok. Judulnya adalah persahabatan antara Aisyah dan Maryam. Di halaman pertama tertulis kalimat, “Pada hari minggu Aisyah mengajak Maryam untuk bersepeda bersama. Ilustrasinya sudah menunjukkan mereka bersepeda. Ini contoh yang bagus dan bisa ditiru.  Silakan Anda selesaikan di rumah. Pertemuan minggu depan, kita akan simulasikan big book yang sudah kalian buat,” kata Ibu Hernik memberi tugas kepada mahasiswa.

Pada pertemuan kedua, setiap kelompok telah membawa big book yang sudah terjilid rapi. Dari ilustrasi gambar tampak ada yang menggambarnya dengan tangan dan ada gambar yang diambil dari foto.  Ibu Hernik mengajak mahasiswa mempraktikkan strategi membaca bersama dengan menggunakan big book dengan cara pemodelan. 

Ibu Hernik membagi dua kelompok mahasiswa, sebagian mahasiswa berperan sebagai siswa kelas awal dan sebagian menjadi pengamat yang sudah dibekali lembar pengamatan pembelajaran. Ada 10 mahasiswa yang berperan menjadi siswa, dan 15 mahasiswa menjadi pengamat. Ketika Ibu Hernik melakukan pemodelan membaca bersama, mahasiswa diminta fokus mengamati pada tiga hal, (1) apa yang dilakukan guru, (2) apa yang dilakukan siswa? (3) bagaimana guru memanfaatkan big book tersebut? Setelah menjelaskan lembar pengamatan, dia mulai memodelkan membaca bersama dengan big book buatan mahasiswa. 

“Anak-anak, di sini ada gambar apa ya?” tanyanya.
“Pohon, bunga, kebun, orang,” jawab beberapa mahasiswa yang berperan sebagai siswa secara bergantian. 
“Siapa yang bisa menebak judul buku ini?” tanya Ibu Hernik sambil menunjuk judul buku yang ditutup kertas. 
“Taman bermain, Kebun sekolah…” jawab dua siswa. 

Guru membuka kertas yang menutupi judul buku. “Kebun Sekolahku…,” kata beberapa siswa membaca judul pada big book. 
Pada halaman pertama, guru mengajak siswa melihat gambar dan mencerita-kan tentang gambar tersebut. Setelah itu, dia membacakan kalimat pada halaman tersebut dan siswa meniru bacaan guru. Begitu seterusnya. Setelah selesai membaca bersama, guru meminta siswa menceritakan kembali kepada teman pasangan kelompoknya mengenai isi buku yang sudah dibaca bersama. Kegiatan membaca bersama selesai.

Di kelompok mahasiswa berdiskusi membuat kesimpulan hasil pengamatan modeling pembelajaran, kemudian menuliskannya di kertas plano, dan mempresentasikan ke kelompok lain. “Dari modeling tadi, menurut kami guru sudah memperhatikan materi dengan baik. Setiap gambar diceritakan dengan detail sehingga siswa menjadi mudah mengerti. Siswa juga tampak antusias mengikuti kegiatan membaca bersama. Big book yang dipakai juga  bisa membuat siswa menjadi mengerti jelas, besar, dan paham,” kata mahasiswa dalam presentasinya.

Berdasarkan modeling yang telah dilakukan oleh Ibu Hernik, setiap kelompok diminta menyusun skenario pembelajaran membaca bersama dengan big book buatannya. “Dalam skenario tersebut, perlu dijabarkan kegiatan yang dilakukan ketika pra membaca, membaca, dan pasca membaca. Misalnya, pada tahapan pra membaca, kegiatan yg perlu ada yaitu guru mengawali dengan pengenalan big book, mengajak siswa untuk memprediksi isi cerita, dll. Pada kegiatan membaca, siswa diberi kesempatan untuk mengutarakan ide/pikirannya tentang gambar big book, guru membaca, dan siswa menirukan. Pada kegiatan pasca membaca, siswa diberi kesempatan menceritakan kembali isi bacaan atau saling bercerita,” jelas Ibu Hernik.

Kegiatan menyusun skenario pembelajaran dilakukan secara mandiri. Setelah selesai, mahasiswa saling melihat skenario pembelajaran yang sudah dibuat temannya di kelompok dan memilih satu skenario untuk dipraktikkan. Salah satu mahasiswa menjadi guru melakukan modeling di kelompoknya dan yang lainnya memerankan sebagai siswa. Semua kelompok mendapat waktu 5 menit melakukan praktik mengajar membaca bersama dengan big book. Kelompok yang tidak simulasi memberikan masukan kepada kelompok yang praktik mengajar.

“Saya melihat tadi ada beberapa siswa yang tampak ramai. Guru bisa melakukan tepuk diam untuk mengondisikan siswa agar kembali konsentrasi membaca bersama dengan guru,” kata Siti memberikan masukan kepada temannya yang melakukan praktik mengajar membaca bersama.
“Ada tiga hal yang tidak boleh kita lupakan terkait dalam kegiatan membaca bersama adalah pengenalan buku, membaca nyaring, dan pengenalan konsep isi cerita” kata Ibu Hernik memberi penguatan materi di akhir perkuliahan.

Universitas Negeri Makassar -  Ibu Widya Karmilasari MPd, dosen PGSD UNM mengajak mahasiswa semester IV mengembangkan big book pada perkuliahan pengembangan pembelajaran IPS SD.  Temanya tentang profesi. Perkuliahan ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Sebelumnya, Ibu Widya memberi tugas mahasiswa membaca berbagai referensi mengenai big book di internet dan bahan bacaan yang sudah diperbanyak. Dengan membaca referensi-referensi tersebut mahasiswa menjadi tahu pentingnya dan manfaat big book. 

Setelah masuk perkuliahan, bahan-bahan tersebut didiskusikan bersama-sama dan dipresentasikan singkat mengenai latar belakang, manfaat, ciri-ciri, dan sebagainya. Setelah itu mereka saling menanggapi. 

Setelah itu, Ibu Widya memodelkan cara mengajar dengan menggunakan big book kepada para mahasiswa. Para mahasiswa memperhatikan dengan baik dan bertanya jika masih ada yang belum dimengerti. Selesai permodelan, 30 mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok. Secara berkelompok, mahasiswa berdiskusi profesi yang dijadikan bahan big book. Ada yang membuat profesi guru, pilot, pemain bola, dokter, dan lain-lain. Big book menggambarkan kejelasan profesi dan tugas-tugas dari profesi yang diemban. Misalnya; untuk profesi dokter; tugasnya diuraikan  satu persatu pada setiap halaman big book tersebut. 

Mahasiswa berdiskusi membuat kalimat dan menentukan gambar yang tepat untuk setiap halaman big book sesuai profesi yang dipilih. Setelah selesai, mereka mempresentasikan di kelompok lainnya untuk mendapat masukan. Mereka membagi tugas; siapa yang akan menggambar dan menuliskan kalimat-kalimat di big book. Kegiatan penyelesaian big book dilaksanakan dalam satu pertemuan.

Pada pertemuan berikutnya, mahasiswa membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan big book yang mereka buat. Setelah selesai, dua kelompok mempresentasikan cara mengajar dengan menggunakan big book tersebut. Ibu Widya sebagai dosen mengamati dan memberikan masukan, misalnya tentang bagaimana cara memegang, cara mengeksplor gambar, cara memberikan pertanyaan yang mendorong siswa berani menyampaikan gagasannya, dan lain lain. 

Rudi, salah satu mahasiswa mengatakan sangat terpesona dengan pembelajaran yang telah dilakukan. “Benar-benar sesuatu yang menarik dan pasti menggerakkan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran,” ujarnya. 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.