FORUM FASILITATOR

Wadah berbagi inspirasi dan pengalaman bagi kepala sekolah, guru, pengawas, dosen, masyarakat, dan siswa dalam membangun sekolah yang berhasil.

"Bertukar Novel’ untuk Tumbuhkan Kesenangan Membaca

Oleh Nensilianti, Dosen Bahasa Indonesia UNM Makassar, Spesialis Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS

Para mahasiswa asyik membaca novel yang di-rolling antarmahasiswa dalam satu kelas.

SULAWESI SELATAN, MAKASSAR - Miris, itulah yang saya rasakan ketika menggali informasi awal mengenai minat baca novel mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Kritik Sastra di Semester Ganjil Tahun ajaran 2015 – 2016. Rasionalnya, untuk dapat secara efektif melakukan kritikan terhadap karya sastra, setidak-tidaknya mereka terbiasa membaca karya sastra itu sendiri. Kenyataannya, dalam 10 mahasiswa belum tentu ada 1 orang yang menamatkan membaca 1 novel dalam sebulan.

Fenomena ini mendorong saya meluncurkan program perkuliahan yang saya dan mahasiswa beri nama “Program Bertukar Novel”.  Tersepakati dengan mahasiswa untuk menjadikan program ini sebagai salah satu kegiatan perkuliahan yang menjadi item penilaian.

Setiap mahasiswa mengumpulkan 1 novel. Jumlah novel yang terkumpul untuk setiap kelas rata-rata 37 novel sesuai jumlah mahasiswa. Novel-novel yang dikumpulkan itu tidak satu pun berjudul sama.

Novel ini lalu didata dan diberi nomor oleh sekretaris kelas. Setiap minggu novel ini di-rolling antarmahasiswa di dalam kelas tersebut. Setiap mahasiswa dengan sendirinya harus menyelesaikan membaca 1 novel tersebut dalam satu minggu.

Kegiatan dan kecepatan membacanya, mahasiswa catat dalam jurnal membaca novel yang dimiliki masing-masing. Mahasiswa juga harus membuat sinopsis dari setiap novel yang mereka baca yang dituangkan dalam buku kumpulan sinopsis novel. Untuk mengontrol aktivitas membaca mahasiswa tersebut, saya memaraf dan membubuhkan tanggal untuk setiap sinopsis yang telah dibuat oleh mahasiswa. Sepuluh menit di awal perkuliahan, mahasiswa menceritakan isi novel yang mereka baca dalam minggu tersebut.

Novel-novel inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh mahasiswa sebagai bahan analisis atau kritikan dengan menggunakan pendekatan kritik sastra yang menjadi bahan perkuliahan pada minggu tersebut. Alhasil, sampai pada pertemuan akhir perkuliahan, setiap mahasiswa rata-rata menyelesaikan membaca 12 novel.

“Awalnya, aktivitas membaca novel ini terasa sangat berat kami lakukan. Selain membutuhkan waktu yang cukup lama, kami juga harus bisa mengatur waktu sedemikian rupa agar tugas-tugas perkuliahan yang lain dapat kami selesaikan. Belum lagi novelnya yang rata-rata tebal. Namun setelah melewati membaca tiga novel, saya jadi keranjingan membaca novel. Sudah tidak enak rasanya jika dalam sehari saya tidak menyentuh novel, bahkan rasa penasaran selalu muncul untuk menyelesaikan bacaan dan mengetahui jalan cerita novel itu,” ungkap Crisnayanti salah seorang mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah ini.

Semoga dengan program ini minat baca mahasiswa  semakin meningkat, baik membaca untuk kesenangan maupun untuk membaca buku-buku ilmiah. 

 


comments powered by Disqus
Situs Web ini dikembangkan oleh Research Triangle Institute (RTI) International, Education Development Center (EDC), dan World Education (WE) untuk U.S. Agency for International Development (USAID), berdasarkan perjanjian kerjasama No. AID-497-C-12-00003. Informasi yang disajikan dalam Situs ini bukan informasi resmi Pemerintah Amerika Serikat dan tidak mewakili pandangan atau kedudukan U.S. Agency untuk International Development atau Pemerintah Amerika Serikat. © 2012 RTI International, EDC, dan WE. Hak cipta dilindungi, kecuali hak-hak untuk kepentingan Pemerintah Amerika Serikat.